TEMPO.CO, Jakarta -Hari kedua lebaran, disela-sela safari ke tokoh-tokoh, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyempatkan diri meninjau lokasi banjir di RT 17 dan 19 RW 3 Kelurahan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Setiba di sana, Jokowi yang mengenakan kemeja putih, celana hitam serta bersepatu kets itu langsung terjun ke area banjir setinggi betis tersebut dan mengunjungi satu per satu rumah warga yang terendam sejak kemarin pagi.
Sesekali Jokowi bertanya ke warga yang dikunjungi mengenai kondisi mereka. Serta menanyakan seberapa tinggi banjir merendam. "Sampai segini ya (kira-kira setinggi 1,5 meter)," ucap Jokowi sambil menunjuk bekas ketinggian air di salah satu tembok warga.
Setelah itu, Mantan Walikota Solo tersebut langsung menuju mobil pengangkut barang yang di bawanya. Ia meminta ajudannya menurunkan barang-barang di dalamnya. "Ada seragam, ada beras, langsung bagi aja. Bukunya langsung bagi. Sepatu, tas sekolah, apalagi," kata dia.
Menurut Jokowi, solusi pemprov DKI untuk mengatasi banjir satu-satunya melalui normalisasi sungai. "Gak ada jalan lain, kami ada 13 sungai, normalisasi semuanya, kelebarannya kurang, kedalamannya kurang," ujarnya
Suranto, Ketua RT 19 RW 3 Ulujami mengatakan terdapat 350 kk yang terkena dampak banjir. Mereka menginap di posko yang telah disediakan yaitu di Gedung Sasana Krida PKK dan di Masjid. Untuk makanan, Suranto mengaku tidak mendirikan dapur umum karena 99 persen wilayahnya kena banjir. "Makanan di-drop dari Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan," ujarnya.
Yusro, 45 tahun, warga RT 17 RW 3 ini menuturkan sudah terbiasa langganan banjir. "Selama bulan puasa ini sudah 10 kali," ucapnya.
Untuk banjir kali ini, lanjut Yusro, sehari sebelum lebaran, warga di sana sudah diinformasikan Lurah bahwa akan ada banjir kiriman. "Sudah dikasih tahu Bu Lurah, jadi sudah siap-siap," ujarnya.
No comments:
Post a Comment