Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hari ini merayakan ulang tahun yang ke-49. Gubernur DKI Joko Widodo tak mau ketinggalan mengirim ucapan dan doa untuk partner kerjanya itu.
"Tadi pagi aja ucapin selamat ulang tahun. Tadi saya sampaikan (semoga) panjang umur, diberi limpahan kesehatan yang melimpah, rejeki yang melimpah," kata Jokowi di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (29/6/2013).
Pada kesempatan yang berbeda, Jokowi mengaku tak ada perayaan khusus di hari ulang tahun Ahok. Ia memilih untuk tak ambil pusing.
Hal itu diungkapkan Jokowi usai menyaksikan pagelaran drama sendra tari Ariah di kawasan silang Monas, Jakarta, Jumat (28/6/2013) malam.
"Ya enggak ada lah (perayaan khusus)," ujar politikus PDI Perjuangan itu, usai menyaksikan pagelaran drama sendra tari Ariah di kawasan silang Monas, Jakarta, Jumat (28/6/2013) malam.
Jumat lalu (21/6) Jokowi juga berulang tahun ke 52. Jokowi tidak menggelar pesta apapun untuk merayakan hari lahirnya. Justru Jokowi memilih berkunjung ke Pulau Seribu.
Saturday, June 29, 2013
ICW sebut Politisi PKS Fahri Hamzah itu pro koruptor
Jakarta - ICW melihat, banyak anggota Komisi III yang tidak pro pemberantasan korupsi. Celakanya, menurut ICW, mereka nyaleg lagi!
"Daftar Caleg Sementara yang diragukan komitmen pemberantasan korupsinya paling banyak berasal dari Komisi III, yakni sebanyak 10 orang. Ini ironis," kata peneliti ICW Donald Fariz di kantornya, Jl Kalibata Timur, Jakarta, Jumat (28/6/2013).
Komisi DPR RI bidang hukum, Komisi III, sejatinya diharapkan menjadi salah satu garda depan pemberantasan korupsi. Namun beberapa anggota dewannya sering terindikasi, atau paling tidak disebut-sebut, terlibat korupsi.
"Fahri Hamzah mendorong pembubaran KPK. Bagaimana logikanya, orang ini bisa kita nilai akan punya spirit yang layak kita hargai?," ujar Donald.
Selain Fahri Hamzah dari PKS, ada sepuluh anggota Komisi III lain juga masuk dalam renteng nama-nama caleg yang dinilai tak pro pemberantasan korupsi. Berikut di antaranya.
1. Aziz Syamsuddin (Golkar)
2. Desmond J Mahesa (Gerindra)
3. Herman Hery (PDIP)
4. Bambang Soesatyo (Golkar)
5. Ahmad Yani (PPP)
6. Syarifuddin Suding (Hanura)
7. Nasir Djamil (PKS)
8. Nudirman Munir (Golkar)
9. Setya Novanto (Golkar)
10. Adang Daradjatun (PKS)
Indikator penilaian ICW adalah jika politisi pernah disebut dalam persidangan kasus korupsi, atau politisi yang bersangkutan merupakan bekas terpidana korupsi. Juga, jika politisi pernah diberi sanksi oleh BK DPR, mengeluarkan pernyataan yang tak mendukung upaya pemberantasan korupsi, dan atau mendukung upaya revisi UU KPK.
"Daftar Caleg Sementara yang diragukan komitmen pemberantasan korupsinya paling banyak berasal dari Komisi III, yakni sebanyak 10 orang. Ini ironis," kata peneliti ICW Donald Fariz di kantornya, Jl Kalibata Timur, Jakarta, Jumat (28/6/2013).
Komisi DPR RI bidang hukum, Komisi III, sejatinya diharapkan menjadi salah satu garda depan pemberantasan korupsi. Namun beberapa anggota dewannya sering terindikasi, atau paling tidak disebut-sebut, terlibat korupsi.
"Fahri Hamzah mendorong pembubaran KPK. Bagaimana logikanya, orang ini bisa kita nilai akan punya spirit yang layak kita hargai?," ujar Donald.
Selain Fahri Hamzah dari PKS, ada sepuluh anggota Komisi III lain juga masuk dalam renteng nama-nama caleg yang dinilai tak pro pemberantasan korupsi. Berikut di antaranya.
1. Aziz Syamsuddin (Golkar)
2. Desmond J Mahesa (Gerindra)
3. Herman Hery (PDIP)
4. Bambang Soesatyo (Golkar)
5. Ahmad Yani (PPP)
6. Syarifuddin Suding (Hanura)
7. Nasir Djamil (PKS)
8. Nudirman Munir (Golkar)
9. Setya Novanto (Golkar)
10. Adang Daradjatun (PKS)
Indikator penilaian ICW adalah jika politisi pernah disebut dalam persidangan kasus korupsi, atau politisi yang bersangkutan merupakan bekas terpidana korupsi. Juga, jika politisi pernah diberi sanksi oleh BK DPR, mengeluarkan pernyataan yang tak mendukung upaya pemberantasan korupsi, dan atau mendukung upaya revisi UU KPK.
Selamat Ulang Tahun Pak Ahok! @basuki_btp
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berulang tahun ke 47 hari ini. Suami dari Veronica Tan ini mengaku tidak ada persiapan spesial di hari ultahnya.
"Aku kalau ulang tahun nggak ada apa-apa. Biasa-biasa saja. Paling tidur di rumah," kata Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (28/6/2013).
Orang nomor dua di Jakarta ini justru mengatakan akan merayakannya sambil bekerja. Sebab, Ahok mengaku harus mewakili Jokowi dalam sebuah acara.
"Besok saya malah harus menggantikan Pak Gubernur," lanjutnya sambil tertawa.
Ahok lahir 29 Juni 1966 di Manggar, Belitung Timur. Dia merupakan putra pertama dari pasangan Alm Indra Tjahaja Purnama dan Buniarti Ningsing. Ahok dikaruniai 3 orang putra-putri bernama Nicholas, Nathania, dan Daud Albeenner.
Pada tahun 2005 Ahok pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur. Tahun 2009 Ahok menjadi anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golkar. 2012 Ahok mengundurkan diri dan mendaftar sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan mantan Walikota Solo Joko Widodo.
Ahok terpilih menjadi Wakil Gubernur di tahun 2012 mendampingi Jokowi. Ini merupakan kali pertama Ahok merayakan ultahnya sejak menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Selamat Ulang Tahun Pak Ahok!
"Aku kalau ulang tahun nggak ada apa-apa. Biasa-biasa saja. Paling tidur di rumah," kata Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (28/6/2013).
Orang nomor dua di Jakarta ini justru mengatakan akan merayakannya sambil bekerja. Sebab, Ahok mengaku harus mewakili Jokowi dalam sebuah acara.
"Besok saya malah harus menggantikan Pak Gubernur," lanjutnya sambil tertawa.
Ahok lahir 29 Juni 1966 di Manggar, Belitung Timur. Dia merupakan putra pertama dari pasangan Alm Indra Tjahaja Purnama dan Buniarti Ningsing. Ahok dikaruniai 3 orang putra-putri bernama Nicholas, Nathania, dan Daud Albeenner.
Pada tahun 2005 Ahok pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur. Tahun 2009 Ahok menjadi anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golkar. 2012 Ahok mengundurkan diri dan mendaftar sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan mantan Walikota Solo Joko Widodo.
Ahok terpilih menjadi Wakil Gubernur di tahun 2012 mendampingi Jokowi. Ini merupakan kali pertama Ahok merayakan ultahnya sejak menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Selamat Ulang Tahun Pak Ahok!
Kantor Camat dan Lurah di Jakarta Bakal jadi 'Mushola' di Malam Ramadan
Jakarta - Wakil Gubernur DKI, Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menjadikan kantor camat dan lurah di Jakarta sebagai tempat sholat tarawih. Hal ini akan berlangsung selama bulan Ramadan.
"Kita manfaatkan seluruh kantor lurah dan camat menjadi tempat terbuka bersama sama untuk tarawih," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Balaikota, Jakarta, Jumat (28/6/2013).
Ahok mengatakan, ide ini muncul karena merasa banyak warga yang tinggal di gang sempit dan tidak memliki tempat untuk melakukan sholat tarawih. Selain itu juga sebagai alternatif jika musala di lingkungan sekitar penuh.
"Kalau kantor camat kantor lurah kan ada AC, ada apa gitu, jadi terus dipakai terus dimanfaatkan," ujar Ahok.
"Kadang-kadang kan yang namanya sholat di bulan puasa kan naik. Kayak orang Kristen lah, pas Natal, Paskah penuh, hari biasa sepi. Nah artinya kurang tempat kita," tambahnya
"Kita manfaatkan seluruh kantor lurah dan camat menjadi tempat terbuka bersama sama untuk tarawih," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Balaikota, Jakarta, Jumat (28/6/2013).
Ahok mengatakan, ide ini muncul karena merasa banyak warga yang tinggal di gang sempit dan tidak memliki tempat untuk melakukan sholat tarawih. Selain itu juga sebagai alternatif jika musala di lingkungan sekitar penuh.
"Kalau kantor camat kantor lurah kan ada AC, ada apa gitu, jadi terus dipakai terus dimanfaatkan," ujar Ahok.
"Kadang-kadang kan yang namanya sholat di bulan puasa kan naik. Kayak orang Kristen lah, pas Natal, Paskah penuh, hari biasa sepi. Nah artinya kurang tempat kita," tambahnya
Hore! ahok akan buat Pasar Rakyat Selama Ramadan di Monas
Jakarta - Warga Jakarta di sekitar Monas, Jakarta Pusat kini tidak perlu bersusah-susah mencari jajanan untuk berbuka puasa. Sebab Pemprov DKI akan membuka pasar rakyat selama bulan Ramadan di Monas.
"Kan, Monas juga mau bikin Monas Fair bulan Juli. Jadi sebulan untuk Ramadan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Balaikota, Jakarta, Jumat (28/6/2013).
Menurut Ahok pasar tersebut akan diisi oleh pedagang makanan. Warga Jakarta bisa menjadikan Monas sebagai tempat ngabuburit sambil menanti waktu berbuka.
"Kuliner-kuliner, iya (jadi tempat jualan). Pasar rakyat, kayak bazar murah, kita mau libatkan CSR," ucap suami Vernica Tan ini.
Ahok mengatakan, kemungkinan pasar akan mulai beroperasi 1 Juli nanti. Para pedagang yang ingin ikut harus mendaftar terlebih dahulu kemudian dilakukan uji coba, jika lolos akan dibuatkan surat perjanjian dagang bermaterai dan diberikan tanda pengenal.
"Kan, Monas juga mau bikin Monas Fair bulan Juli. Jadi sebulan untuk Ramadan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Balaikota, Jakarta, Jumat (28/6/2013).
Menurut Ahok pasar tersebut akan diisi oleh pedagang makanan. Warga Jakarta bisa menjadikan Monas sebagai tempat ngabuburit sambil menanti waktu berbuka.
"Kuliner-kuliner, iya (jadi tempat jualan). Pasar rakyat, kayak bazar murah, kita mau libatkan CSR," ucap suami Vernica Tan ini.
Ahok mengatakan, kemungkinan pasar akan mulai beroperasi 1 Juli nanti. Para pedagang yang ingin ikut harus mendaftar terlebih dahulu kemudian dilakukan uji coba, jika lolos akan dibuatkan surat perjanjian dagang bermaterai dan diberikan tanda pengenal.
ICW rilis 36 Nama Anggota DPR yang Pro Korupsi
Jakarta - Indonesian Corruption Watch (ICW) merilis nama 36 anggota DPR yang tak pro pemberantasan korupsi. ICW menyertakan 5 indikator para politisi Senayan tersebut tak pro pemberantasan korupsi.
Seperti siaran pers yang dikirim peneliti ICW Donald Fariz kepada detikcom, Jumat (28/6/2013), ada lima indikator yang dipakai sebagai berikut:
1. Politisi yang namanya pernah disebut dalam keterangan saksi atau dakwaan JPU terlibat serta atau turut menerima sejumlah uang dalam sebuah kasus korupsi.
2. Politisi bekas terpidana kasus korupsi.
3. Politis yang pernah dijatuhi sanksi atau terbukti melanggar etika dalam pemeriksaan oleh Badan Kehormatan DPR.
4. Politisi yang mengeluarkan pernyataan di media yang tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi.
5. Politisi yang mendukung upaya revisi UU KPK yang berpotensi memangkas dan melemahkan kewenangan lembaga tersebut.
ICW juga mempertimbangkan serangan politisi Senayan terhadap pemberantasan korupsi seperti revisi Undang-Undang KPK yang mengamputasi kewenangan lembaga tersebut, pembintangan dana untuk pembangunan gedung KPK, pengurangan anggaran KPK, intervensi terhadap proses pemindahan persidangan Walikota Semarang yang dilakukan oleh Mahkamah Agung, penolakan moratorium remisi bagi koruptor, dan ancaman pemotongan anggaran KPK oleh DPR.
Salah satu anggota DPR yang masuk kategori tidak pro pemberantasan korupsi adalah anggota Komisi III DPR dari PKS Fahri Hamzah. Disebutkan indikatornya bahwa Fahri pernah mendorong pembubaran KPK.
Berikut adalah 36 nama caleg yang diragukan komitmen pemberantasan korupsinya oleh ICW.
1. Aziz Syamsuddin (Golkar)
2. Desmond J Mahesa (Gerindra)
3. Herman Hery (PDIP)
4. Bambang Soesatyo (Golkar)
5. Edhie Baskoro Yudhoyono (PD)
6. Mahyudin (Golkar)
7. I Wayan Koster (PDIP)
8. Said Abdullah (PDIP)
9. Mirwan Amir (PD)
10. Abdul Kadir Karding (PKB)
11. Olly Dondokambey (PDIP)
12. Jhonny Allen Marbun (PD)
13. Ahmad Yani (PPP)
14. Syarifuddin Suding (Hanura)
15. Nasir Djamil (PKS)
16. Idris Laena (Golkar)
17. Achsanul Qosasih (PD)
18. Zulkifliemansyah (PKS)
19. Ignatius Mulyono (PD)
20. Nudirman Munir (Golkar)
21. Setya Novanto (Golkar)
22. Kahar Muzakir (Golkar)
23. Adang Darajatun (PKS)
24. Fahri Hamzah (PKS)
25. Ribka Tjiptaning (PDIP)
26. Pius Lustrilanang (Gerindra)
27. Melchias Marcus Mekeng (Golkar)
28. M Nasir (PD)
29. Vonny Anneke Panambunan (Gerindra)
30. Nazaruddin Sjamsuddin (PBB)
31. Sutan Bhatoegana (PD)
32. Marzuki Alie (PD)
33. Priyo Budi Santoso (Golkar)
34. Max Sopacua (PD)
35. Charles Jonas Mesang (Golkar)
36. H Achmad Farial (PPP)
Seperti siaran pers yang dikirim peneliti ICW Donald Fariz kepada detikcom, Jumat (28/6/2013), ada lima indikator yang dipakai sebagai berikut:
1. Politisi yang namanya pernah disebut dalam keterangan saksi atau dakwaan JPU terlibat serta atau turut menerima sejumlah uang dalam sebuah kasus korupsi.
2. Politisi bekas terpidana kasus korupsi.
3. Politis yang pernah dijatuhi sanksi atau terbukti melanggar etika dalam pemeriksaan oleh Badan Kehormatan DPR.
4. Politisi yang mengeluarkan pernyataan di media yang tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi.
5. Politisi yang mendukung upaya revisi UU KPK yang berpotensi memangkas dan melemahkan kewenangan lembaga tersebut.
ICW juga mempertimbangkan serangan politisi Senayan terhadap pemberantasan korupsi seperti revisi Undang-Undang KPK yang mengamputasi kewenangan lembaga tersebut, pembintangan dana untuk pembangunan gedung KPK, pengurangan anggaran KPK, intervensi terhadap proses pemindahan persidangan Walikota Semarang yang dilakukan oleh Mahkamah Agung, penolakan moratorium remisi bagi koruptor, dan ancaman pemotongan anggaran KPK oleh DPR.
Salah satu anggota DPR yang masuk kategori tidak pro pemberantasan korupsi adalah anggota Komisi III DPR dari PKS Fahri Hamzah. Disebutkan indikatornya bahwa Fahri pernah mendorong pembubaran KPK.
Berikut adalah 36 nama caleg yang diragukan komitmen pemberantasan korupsinya oleh ICW.
1. Aziz Syamsuddin (Golkar)
2. Desmond J Mahesa (Gerindra)
3. Herman Hery (PDIP)
4. Bambang Soesatyo (Golkar)
5. Edhie Baskoro Yudhoyono (PD)
6. Mahyudin (Golkar)
7. I Wayan Koster (PDIP)
8. Said Abdullah (PDIP)
9. Mirwan Amir (PD)
10. Abdul Kadir Karding (PKB)
11. Olly Dondokambey (PDIP)
12. Jhonny Allen Marbun (PD)
13. Ahmad Yani (PPP)
14. Syarifuddin Suding (Hanura)
15. Nasir Djamil (PKS)
16. Idris Laena (Golkar)
17. Achsanul Qosasih (PD)
18. Zulkifliemansyah (PKS)
19. Ignatius Mulyono (PD)
20. Nudirman Munir (Golkar)
21. Setya Novanto (Golkar)
22. Kahar Muzakir (Golkar)
23. Adang Darajatun (PKS)
24. Fahri Hamzah (PKS)
25. Ribka Tjiptaning (PDIP)
26. Pius Lustrilanang (Gerindra)
27. Melchias Marcus Mekeng (Golkar)
28. M Nasir (PD)
29. Vonny Anneke Panambunan (Gerindra)
30. Nazaruddin Sjamsuddin (PBB)
31. Sutan Bhatoegana (PD)
32. Marzuki Alie (PD)
33. Priyo Budi Santoso (Golkar)
34. Max Sopacua (PD)
35. Charles Jonas Mesang (Golkar)
36. H Achmad Farial (PPP)
Thursday, June 27, 2013
Capres Paling Potensial untuk Pemilu 2014
Jakarta - Pusat penelitian politik LIPI menggelar survei nasional tentang partisipasi politik dan perilaku pemilih pra Pemilu 2014. Hasilnya, nama Joko Widodo (Jokowi) melejit menjadi capres paling potensial.
Survei dilakukan pada tanggal 10-31 Mei 2013, dengan jumlah responden 1.799 orang. Survei dilakukan terhadap responden dengan usia di atas 17 tahun atau sudah menikah dengan wawancara tatap muka. Survei ini memiliki margin of error 2,31% pada tingkat kepercayaan 95%.
Survei dipaparkan oleh koordinator tim survei Mei 2013, Wawan Ikhwanudin, di Gedung Widya Graha lantai 1, Jakarta, Kamis, (27/6/2013).
Nama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri muncul sebagai tokoh paling populer di atas Jusuf Kalla, Rhoma Irama, Joko Widodo, dan Prabowo Subianto. Namun elektabilitas Mega jauh tertinggal di bawah Jokowi.
Berikut hasil survei LIPI menyangkut popularitas tokoh saat ini:
1. Megawati Soekarnoputri: 93,2%
2. Jusuf Kalla 90,9%
3. Rhoma Irama 89,2%
4. Joko Widodo : 85,1%
5. Prabowo Subianto 82,1%
6. Wiranto 77,8%
7. Aburizal Bakrie 76,9%
8. Ani Yudhoyono 73,5%
9. Hatta Rajasa 66,8%
10. Sri sultan HB X 55,6%
Berikut hasil survei LIPI menyangkut elektabilitas tokoh jika Pilpres digelarsaat ini:
1. Joko Widodo: 22,6%
2. Prabowo Subianto: 14,2%
3. Aburizal Bakrie: 9,4%
4. Megawati Soekarnoputri: 9,3%
5. Jusuf Kalla: 4,2%
6. Rhoma Irama: 3,5%
7. Wiranto: 3,4%
8. Mahfud MD: 1,9%
9. Hatta Rajasa: 1,2%
10. Sultan HB X: 1,2%
11. Surya Paloh 1,2%
Lainnya: 4,4%
Tidak menjawab: 22,9%
Survei dilakukan pada tanggal 10-31 Mei 2013, dengan jumlah responden 1.799 orang. Survei dilakukan terhadap responden dengan usia di atas 17 tahun atau sudah menikah dengan wawancara tatap muka. Survei ini memiliki margin of error 2,31% pada tingkat kepercayaan 95%.
Survei dipaparkan oleh koordinator tim survei Mei 2013, Wawan Ikhwanudin, di Gedung Widya Graha lantai 1, Jakarta, Kamis, (27/6/2013).
Nama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri muncul sebagai tokoh paling populer di atas Jusuf Kalla, Rhoma Irama, Joko Widodo, dan Prabowo Subianto. Namun elektabilitas Mega jauh tertinggal di bawah Jokowi.
Berikut hasil survei LIPI menyangkut popularitas tokoh saat ini:
1. Megawati Soekarnoputri: 93,2%
2. Jusuf Kalla 90,9%
3. Rhoma Irama 89,2%
4. Joko Widodo : 85,1%
5. Prabowo Subianto 82,1%
6. Wiranto 77,8%
7. Aburizal Bakrie 76,9%
8. Ani Yudhoyono 73,5%
9. Hatta Rajasa 66,8%
10. Sri sultan HB X 55,6%
Berikut hasil survei LIPI menyangkut elektabilitas tokoh jika Pilpres digelarsaat ini:
1. Joko Widodo: 22,6%
2. Prabowo Subianto: 14,2%
3. Aburizal Bakrie: 9,4%
4. Megawati Soekarnoputri: 9,3%
5. Jusuf Kalla: 4,2%
6. Rhoma Irama: 3,5%
7. Wiranto: 3,4%
8. Mahfud MD: 1,9%
9. Hatta Rajasa: 1,2%
10. Sultan HB X: 1,2%
11. Surya Paloh 1,2%
Lainnya: 4,4%
Tidak menjawab: 22,9%
Politisi PKS Fahri Hamzah diam - diam ternyata juga fansnya Jokowi
Jakarta - Elektabilitas Gubernur DKI Joko Widodo tak bisa terbendung setelah merajai sejumlah survei calon presiden 2014, teranyar adalah survei LIPI. Wasekjen PKS Fahri Hamzah menilai Jokowi bisa saja diusung sebagai capres.
"Kalau PDIP mau misalnya menganggap Jokowi mampu, ya bisa saja Jokowi dijadikan Capres," kata Wasekjen PKS Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2013).
Menurut Fahri, wajar saja Jokowi dianggap sebagai capres potensial karena memang publik menginginkannya. Tapi ia mengingatkan bahwa elektabilitas itu tidak berlangsung lama.
"Pada dasarnya ada sifat temporary-nya pencalonan itu sendiri," ucap anggota Komisi III DPR itu.
Fahri punya penilaian sendiri terkait sosok Jokowi mengapa layak diusung sebagai calon presiden. "Kenapa banyak orang tertarik pada Jokowi karena orang itu sederhana, nggak feodal, enak diajak ngmong, itu yang penting karena itu kepemimpinan baru di zaman reformasi," ucap politisi PKS itu.
"Orang itu harus apa adanya," tegas Fahri
Hasil survei LIPI menyangkut elektabilitas tokoh jika Pilpres digelar saat ini menempatkan Jokowi berada di urutan pertama. Berikut hasilnya:
1. Joko Widodo: 22,6%
2. Prabowo Subianto: 14,2%
3. Aburizal Bakrie: 9,4%
4. Megawati Soekarnoputri: 9,3%
5. Jusuf Kalla: 4,2%
6. Rhoma Irama: 3,5%
7. Wiranto: 3,4%
8. Mahfud MD: 1,9%
9. Hatta Rajasa: 1,2%
10. Sultan HB X: 1,2%
11. Surya Paloh 1,2%
Lainnya: 4,4%
Tidak menjawab: 22,9%
Survei dilakukan pada tanggal 10-31 Mei 2013, dengan jumlah responden 1.799 orang. Survei dilakukan terhadap responden dengan usia di atas 17 tahun atau sudah menikah dengan wawancara tatap muka. Survei ini memiliki margin of error 2,31% pada tingkat kepercayaan 95%.
"Kalau PDIP mau misalnya menganggap Jokowi mampu, ya bisa saja Jokowi dijadikan Capres," kata Wasekjen PKS Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2013).
Menurut Fahri, wajar saja Jokowi dianggap sebagai capres potensial karena memang publik menginginkannya. Tapi ia mengingatkan bahwa elektabilitas itu tidak berlangsung lama.
"Pada dasarnya ada sifat temporary-nya pencalonan itu sendiri," ucap anggota Komisi III DPR itu.
Fahri punya penilaian sendiri terkait sosok Jokowi mengapa layak diusung sebagai calon presiden. "Kenapa banyak orang tertarik pada Jokowi karena orang itu sederhana, nggak feodal, enak diajak ngmong, itu yang penting karena itu kepemimpinan baru di zaman reformasi," ucap politisi PKS itu.
"Orang itu harus apa adanya," tegas Fahri
Hasil survei LIPI menyangkut elektabilitas tokoh jika Pilpres digelar saat ini menempatkan Jokowi berada di urutan pertama. Berikut hasilnya:
1. Joko Widodo: 22,6%
2. Prabowo Subianto: 14,2%
3. Aburizal Bakrie: 9,4%
4. Megawati Soekarnoputri: 9,3%
5. Jusuf Kalla: 4,2%
6. Rhoma Irama: 3,5%
7. Wiranto: 3,4%
8. Mahfud MD: 1,9%
9. Hatta Rajasa: 1,2%
10. Sultan HB X: 1,2%
11. Surya Paloh 1,2%
Lainnya: 4,4%
Tidak menjawab: 22,9%
Survei dilakukan pada tanggal 10-31 Mei 2013, dengan jumlah responden 1.799 orang. Survei dilakukan terhadap responden dengan usia di atas 17 tahun atau sudah menikah dengan wawancara tatap muka. Survei ini memiliki margin of error 2,31% pada tingkat kepercayaan 95%.
Abraham Samad Menjawab Tudingan Fahri Hamzah Cs soal penyadapan
VIVAnews - Beberapa anggota Komisi III Bidang Hukum Dewan Perwakilan Rakyat mengaku telah disadap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka mengklaim tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi.
Terkait hal itu, rapat dengar pendapat yang digelar di DPR hari ini, Kamis 27 Juni 2013, dimanfaatkan oleh mereka untuk menyampaikan protes ke pimpinan KPK.
Menanggapi protes itu, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, dalam melakukan penyadapan, KPK sudah sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada. "Tidak ada pelanggaran, oleh karena itu sebenarnya tidak perlu dipersoalkan," kata Abraham Samad.
Jika KPK melakukan penyadapan secara liar, kata Abraham, institusinya bisa dituntut secara hukum. "Tapi selama ini kami tidak melakukan penyadapan secara liar," kata dia.
Abraham juga membantah bahwa KPK telah menyadap dua anggota Komisi III, Aboe Bakar Alhabsy dan Fahri Hamzah dari Fraksi PKS serta Ahmad Yani dari Fraksi PPP.
"Jadi tadi teman-teman DPR katakan kita menyadap, nggak ada itu. Kami tidak melakukan penyadapan terhadap si Habib, Fahri dan lain sebagainya. Jadi itu nggak benar," ujarnya menegaskan. (eh)
Terkait hal itu, rapat dengar pendapat yang digelar di DPR hari ini, Kamis 27 Juni 2013, dimanfaatkan oleh mereka untuk menyampaikan protes ke pimpinan KPK.
Menanggapi protes itu, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, dalam melakukan penyadapan, KPK sudah sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada. "Tidak ada pelanggaran, oleh karena itu sebenarnya tidak perlu dipersoalkan," kata Abraham Samad.
Jika KPK melakukan penyadapan secara liar, kata Abraham, institusinya bisa dituntut secara hukum. "Tapi selama ini kami tidak melakukan penyadapan secara liar," kata dia.
Abraham juga membantah bahwa KPK telah menyadap dua anggota Komisi III, Aboe Bakar Alhabsy dan Fahri Hamzah dari Fraksi PKS serta Ahmad Yani dari Fraksi PPP.
"Jadi tadi teman-teman DPR katakan kita menyadap, nggak ada itu. Kami tidak melakukan penyadapan terhadap si Habib, Fahri dan lain sebagainya. Jadi itu nggak benar," ujarnya menegaskan. (eh)
HP Disadap KPK, Politisi PPP dan PKS Protes
VIVAnews - Beberapa anggota Komisi III Bidang Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, memanfaatkan kesempatan untuk protes kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika melakukan rapat dengar pendapat dengan komisi anti rasuah itu, Kamis 27 Juni 2013. Mereka, memprotes kepada Pimpinan KPK soal penyadapan yang dilakukan.
Pimpinan KPK yang hadir adalah Abraham Samad, Busyro Muqoddas, Bambang Widjojanto, dan Zulkarnain.
Anggota Komisi III DPR Ahmad Yani mengaku sedang disadap oleh KPK. Yani mengaku mendapat informasi akurat bahwa saat ini KPK sedang melakukan penyadapan di telepon seluler pribadinya. Atas hal itu, dia pun mempertanyakan alasannya kepada pimpinan KPK.
"Penyadapan kan diatur SOP, saya dapat informasi telepon saya disadap, apa salah saya, saya disadap, apa ada langkah-langkah melakukan korupsi?" kata Yani dalam rapat itu.
Dengan tindakan ini, kata Yani, dirinya merasa bahwa kehidupan pribadinya telah dilanggar oleh KPK. Sebab, dia sama sekali merasa tidak melakukan tindak pidana korupsi. "Hak saya sudah terampas sedemikian rupa, sejauh mana pengawasan yang dilakukan pimpinan KPK (soal penyadapan)?" kata dia.
Politikus PPP ini mempertanyakan juga tentang tugas dan fungsi KPK yang benar-benar memberantas korupsi atau hanya menargetkan orang-orang tertentu.
"Untung saya enggak banyak istri, serius betul ini penyadapan ini, kok saya disebut-sebut, apa salah saya? Apa saya menjadi musuh besar KPK? Ranking Ahmad Yani sudah turun, sekarang rankingnya Fahri (Hamzah/politisi PKS) naik. Ini memberantas korupsi atau membidik orang per orang?" kata dia.
Hal yang sama, juga disampaikan oleh anggota Komisi III lainnya, Aboe Bakar Alhabsy. Politisi PKS ini, juga merasa dirinya disadap oleh KPK. Dia juga memprotes penyadapan itu karena telah mengganggu kehidupan sosialnya.
"Sampai-sampai teman saya bilang: jangan telpon Aboe Bakar, nanti disadap. Sampai saya marah-marah kepada istri, KPK juga tahu. Sampai ada yang bilang, orang PKS kok marah-marah ke istri. Ya pada saat disadap saya sedang marah ke istri, waktu disayang-sayang, tidak (disadap)," kata Aboe.
Menurut dia, penyadapan itu sebenarnya bukan untuk pencegahan tindak pidana korupsi, tapi sebuah jebakan. "Benar kata Fahri Hamzah, di Al-Quran menyadap itu tidak diperbolehkan. Al-Quran itu mendasar pak," kata dia.
Sebelum Aboe Bakar menyampaikan unek-uneknya, Fahri Hamzah, yang juga anggota Komisi III itu, mengatakan bahwa pemberantasan korupsi melalui cara penyadapan adalah cara yang salah.
"Jangan ambil jalan pintas. Jangan bilang apa-apa itu penyadapan dipakai, apa dasarnya," kata Fahri.
Fahri pun menyatakan siap menjadi konsultan hukum KPK. Fahri sesumbar dirinya bisa mengajari KPK melakukan upaya pemberantasan korupsi tanpa melakukan penyadapan. Fahri menuding KPK telah melakukan dosa besar dengan melakukan penyadapan.
"Di dalam Al-Quran ini dosa besar. Saya punya dalilnya yaitu Al-Hujurat ayat 12. Jangan pikir saya nggak bisa baca Al-Quran, saya bacakan," kata Fahri. Fahri pun melanjutkan perkataannya dengan memaca surat Al-Hujurat ayat 12.
Fahri Hamzah Akui Kebenaran Foto Elite PKS Bersama Fathanah
VIVAnews - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah, mengaku baru mengetahui foto dirinya bersama Ahmad Fathanah dan para elite partainya di media masa. Bahkan, dia mengaku lupa jika dirinya pernah berfoto dengan Fathanah.
"Saya baru lihat, coba tanya dia, walikotanya, saya tidak tahu itu foto apa," kata Fahri di Gedung DPR, Kamis 27 Juni 2013.
Fahri pun mengaku, tak mengetahui jika pada saat sarapan pagi itu difoto oleh seseorang. "Saya enggak ngerti difoto orang," ujar dia.
Meski mengaku tak mengetahui perihal foto itu, namun, Fahri ingat bahwa saat itu ada banyak orang yang dijamu oleh Walikota Makassar Ilham Arif Sirajuddin.
"Saya enggak tahu difoto, setahu saya ada ribuan orang, gara-gara orang ketemu di jamuan dicurigai macam-macam," tuturnya.
Walau demikian, Fahri tak mengelak dirinya mengenal Fathanah. Hanya saja, Fahri mengaku tak tertarik untuk berhubungan dengan Fathanah.
"Saya tidak tertarik berhubungan dengan Fathanah. Dia sahabat Pak Luthfi," ujar dia.
Seperti diketahui, dalam foto sarapan pagi itu tampak Ahmad Fathanah tengah duduk bersama sejumlah elite PKS, di antaranya Presiden PKS Anis Matta, Menteri Pertanian dan Kehutanan yang berasal dari PKS Suswono, dan Wakil Sekertaris Jenderal PKS Fahri Hamzah. (eh)
"Saya baru lihat, coba tanya dia, walikotanya, saya tidak tahu itu foto apa," kata Fahri di Gedung DPR, Kamis 27 Juni 2013.
Fahri pun mengaku, tak mengetahui jika pada saat sarapan pagi itu difoto oleh seseorang. "Saya enggak ngerti difoto orang," ujar dia.
Meski mengaku tak mengetahui perihal foto itu, namun, Fahri ingat bahwa saat itu ada banyak orang yang dijamu oleh Walikota Makassar Ilham Arif Sirajuddin.
"Saya enggak tahu difoto, setahu saya ada ribuan orang, gara-gara orang ketemu di jamuan dicurigai macam-macam," tuturnya.
Walau demikian, Fahri tak mengelak dirinya mengenal Fathanah. Hanya saja, Fahri mengaku tak tertarik untuk berhubungan dengan Fathanah.
"Saya tidak tertarik berhubungan dengan Fathanah. Dia sahabat Pak Luthfi," ujar dia.
Seperti diketahui, dalam foto sarapan pagi itu tampak Ahmad Fathanah tengah duduk bersama sejumlah elite PKS, di antaranya Presiden PKS Anis Matta, Menteri Pertanian dan Kehutanan yang berasal dari PKS Suswono, dan Wakil Sekertaris Jenderal PKS Fahri Hamzah. (eh)
Ahok: Kita Berani Nggak Lawan Birokrasi?
Jakarta - Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merasa siap untuk bersaing dalam ASEAN Economic Community (AEC) di 2015, yang menjadikan ASEAN pasar bebas. Permainan di sektor birokrasi harus dilawan.
"Yang masalah, kita siap nggak birokrasi kita lawan? Kalau dari Pemprov kita garansi tidak ada permainan," ujar Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2013).
Ahok bercerita tentang karier politiknya yang mempertimbangkan target 2015. Saat akan ikut Pilkada Sumut 2012, ternyata partainya telah mencalonkan orang lain.
"Kalau 2012, saya masuk ke Babel (Bangka Belitung) tinggal 3 tahun ini. Makanya saya masuk DKI. Infrastuktur dan SDM siap," lanjutnya.
Sekali lagi Ahok menegaskan, Jakarta memiliki potensi yang luar biasa. Namun harus lebih berani melakukan terobosan dan mau transparan.
"Tugas kami bikin otak dompet perut penuh. Bahasa konstitutusinya, keadilan sosial harus kita wujudkan," ujar Ahok.
"Yang masalah, kita siap nggak birokrasi kita lawan? Kalau dari Pemprov kita garansi tidak ada permainan," ujar Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2013).
Ahok bercerita tentang karier politiknya yang mempertimbangkan target 2015. Saat akan ikut Pilkada Sumut 2012, ternyata partainya telah mencalonkan orang lain.
"Kalau 2012, saya masuk ke Babel (Bangka Belitung) tinggal 3 tahun ini. Makanya saya masuk DKI. Infrastuktur dan SDM siap," lanjutnya.
Sekali lagi Ahok menegaskan, Jakarta memiliki potensi yang luar biasa. Namun harus lebih berani melakukan terobosan dan mau transparan.
"Tugas kami bikin otak dompet perut penuh. Bahasa konstitutusinya, keadilan sosial harus kita wujudkan," ujar Ahok.
Pesan Yusril Ihza Mahendra untuk Jokowi
Jakarta - Permasalahan yang terjadi di Jakarta demikian kompleks dan rawan berujung ke meja hukum. Untuk mencari masukan soal permasalah ini, Gubernur DKI Jokowi menemui ahli hukum dan tata negara Yusril Ihza Mahendra. Apa kata Yusril seputar masalah waduk, PKL, dan Bank DKI?
"Terdapat tanah yang ada di ujung Jalan Thamrin, di sebelah Hotel Sari Pan Pasific sampai menteri ESDM dan itu tembus sampai ke Jl Sabang, tanah besar sekali. Tanah statusnya milik Pemda DKI dan sekarang dijadikan modal Bank DKI," tutur Yusril soal permasalah Bank DKI.
Hal tersebut dikatakannya usai melepas kepulangan Jokowi dari kediamannya, Jl Karang Asem Utara No. 32, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2013).
Yusril mengatakan permasalahan muncul karena tanah yang berstatus milik Bank DKI tidak bisa dimanfaatkan. Bank DKI selalu kalah di pengadilan karena bermasalah dengan pembeliannya.
"Konon perusahaan yang lama itu sudah diakuisisi dengan perusahaan lain, karena itu Bank DKI selalu kalah, bahkan sampai MA," tutur Yusril.
Yusril mengatakan akan membantu Jokowi menyelesaikan masalah Bank DKI. Kelak jika sengketa lahan sudah rampung, Yusril memint pemprov DKI memanfaatkannya untuk khalayak banyak.
"Sebaiknya kita duduk bareng dan secara bersama mencari jalan keluarnya, dan pemerintah DKI dapat memanfaatkan tanah itu, menyerap tenaga kerja, dapat pajak, dan bisnis dapat berjalan. Yang paling penting adalah negosiasi dan niat baik sebenarnya," ujarnya.
Di sisi lain Yusril-Jokowi juga membicarakan masalah penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan parkir waduk pluit, sudahkah sesuai dengan aturan hukum. Yusril mengatakan Jokowi tidak perlu resah akan masalah hukum, karena yang peling penting adalah rakyat kecil merasa terayomi, dan kepentingan mereka terpenuhi.
"Sebenarnya menyelesaikan masalah-masalah seperti itu kan tidak sepenuhnya pake hukum, pastinya pemerintah DKI menyelesaikan masalah ini dengan baik, dan Pak Jokowi sudah sangat baik. Kalo pake hukum, orang kecil itu kalah semua, yang terpenting kebijaksanaan dari pimpinan," katanya.
"Terdapat tanah yang ada di ujung Jalan Thamrin, di sebelah Hotel Sari Pan Pasific sampai menteri ESDM dan itu tembus sampai ke Jl Sabang, tanah besar sekali. Tanah statusnya milik Pemda DKI dan sekarang dijadikan modal Bank DKI," tutur Yusril soal permasalah Bank DKI.
Hal tersebut dikatakannya usai melepas kepulangan Jokowi dari kediamannya, Jl Karang Asem Utara No. 32, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2013).
Yusril mengatakan permasalahan muncul karena tanah yang berstatus milik Bank DKI tidak bisa dimanfaatkan. Bank DKI selalu kalah di pengadilan karena bermasalah dengan pembeliannya.
"Konon perusahaan yang lama itu sudah diakuisisi dengan perusahaan lain, karena itu Bank DKI selalu kalah, bahkan sampai MA," tutur Yusril.
Yusril mengatakan akan membantu Jokowi menyelesaikan masalah Bank DKI. Kelak jika sengketa lahan sudah rampung, Yusril memint pemprov DKI memanfaatkannya untuk khalayak banyak.
"Sebaiknya kita duduk bareng dan secara bersama mencari jalan keluarnya, dan pemerintah DKI dapat memanfaatkan tanah itu, menyerap tenaga kerja, dapat pajak, dan bisnis dapat berjalan. Yang paling penting adalah negosiasi dan niat baik sebenarnya," ujarnya.
Di sisi lain Yusril-Jokowi juga membicarakan masalah penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan parkir waduk pluit, sudahkah sesuai dengan aturan hukum. Yusril mengatakan Jokowi tidak perlu resah akan masalah hukum, karena yang peling penting adalah rakyat kecil merasa terayomi, dan kepentingan mereka terpenuhi.
"Sebenarnya menyelesaikan masalah-masalah seperti itu kan tidak sepenuhnya pake hukum, pastinya pemerintah DKI menyelesaikan masalah ini dengan baik, dan Pak Jokowi sudah sangat baik. Kalo pake hukum, orang kecil itu kalah semua, yang terpenting kebijaksanaan dari pimpinan," katanya.
Pendukung PKS lenyap gara - gara Kasus Korupsi Sapi LHI & Anis Matta
Metrotvnews.com, Jakarta: Perolehan suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan merosot tajam hingga menyentuh angka lima persen dalam pemilu 2014 mendatang. Hal ini disebabkan oleh kasus korupsi yang menjerat mantan pimpinan PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.
"Dugaan saya, PKS suaranya akan turun sampai lima persen karena ada banyak kasus yang menyita perhatian publik," kata pengamat politik Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Sukardi Rinakit di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (27/6).
Ia mengatakan, dengan waktu yang sangat singkat dalam menghadapi Pemilu 2014, akan sangat sulit bagi partai pimpinan Anis Matta tersebut untuk mendongkrak elektabilitasnya. "Sangat susah recovery dalam 1 tahun untuk mencapai 7 persen lebih," tambah Sukardi.
Meski banyak kader PKS yang sukses mendapatkan kursi di pemilu kada, namun hal tersebut tidak akan berkorelasi dengan pemilu legislatif. Pasalnya, pertarungan pemilu di tingkat daerah berbeda dengan di pusat.
"Tidak jaminan suara PKS di 2014 akan naik meski punya banyak kepala daerah. Itu karena politik kita merupakan politik figur dan individu. Jadi, kepala daerah itu individu, dipilih karena baik tapi disuruh pilih partai belum tentu mau. Mereka punya pilihan sendiri," tukasnya.
Di sisi lainnya, Direktur Indonesia Research Centre (IRC) Agus Sudibyo mengatakan, PKS merupakan salah satu partai yang memiliki kader-kader dan pendukung yang solid. "PKS sekarang sedang diuji apakah mereka bisa mempertahankan elektabilitas. Saya lihat target PKS itu bukan mempertahankan, tapi menambah pemilih potensial," tukasnya.
Dalam survei yang dirilis oleh IRC, elektabilitas parpol tertinggi untuk pemillu 2014 ditempati oleh PDIP (14,7 persen). Urutan selanjutnya Partai Golkar (12,2 persen), Partai Gerindra (11,1 persen), dan Partai Demokrat (7,5 persen).
Sedangkan kontestan baru Partai NasDem (4,5 persen) berada diperingkat lima dan diikuti oleh Partai Hanura (4 persen). Tiga partai menengah berasaskan agama seperti PAN, PKB dan PKS hanya mendapatkan 2,8 persen. selanjutnya PPP (2,4 persen), PBB (0,4 persen), dan PKPI (0,3 persen) hanya menempati posisi tiga terbawah.
Survei IRC sendiri diadakan pada bulan Mei 2013 melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner. Metode penarikan sample yang digunakan adalah multistage random sampling. Sementara itu, jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 1.800 orang dengan margin of error 2,3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
"Dugaan saya, PKS suaranya akan turun sampai lima persen karena ada banyak kasus yang menyita perhatian publik," kata pengamat politik Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Sukardi Rinakit di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (27/6).
Ia mengatakan, dengan waktu yang sangat singkat dalam menghadapi Pemilu 2014, akan sangat sulit bagi partai pimpinan Anis Matta tersebut untuk mendongkrak elektabilitasnya. "Sangat susah recovery dalam 1 tahun untuk mencapai 7 persen lebih," tambah Sukardi.
Meski banyak kader PKS yang sukses mendapatkan kursi di pemilu kada, namun hal tersebut tidak akan berkorelasi dengan pemilu legislatif. Pasalnya, pertarungan pemilu di tingkat daerah berbeda dengan di pusat.
"Tidak jaminan suara PKS di 2014 akan naik meski punya banyak kepala daerah. Itu karena politik kita merupakan politik figur dan individu. Jadi, kepala daerah itu individu, dipilih karena baik tapi disuruh pilih partai belum tentu mau. Mereka punya pilihan sendiri," tukasnya.
Di sisi lainnya, Direktur Indonesia Research Centre (IRC) Agus Sudibyo mengatakan, PKS merupakan salah satu partai yang memiliki kader-kader dan pendukung yang solid. "PKS sekarang sedang diuji apakah mereka bisa mempertahankan elektabilitas. Saya lihat target PKS itu bukan mempertahankan, tapi menambah pemilih potensial," tukasnya.
Dalam survei yang dirilis oleh IRC, elektabilitas parpol tertinggi untuk pemillu 2014 ditempati oleh PDIP (14,7 persen). Urutan selanjutnya Partai Golkar (12,2 persen), Partai Gerindra (11,1 persen), dan Partai Demokrat (7,5 persen).
Sedangkan kontestan baru Partai NasDem (4,5 persen) berada diperingkat lima dan diikuti oleh Partai Hanura (4 persen). Tiga partai menengah berasaskan agama seperti PAN, PKB dan PKS hanya mendapatkan 2,8 persen. selanjutnya PPP (2,4 persen), PBB (0,4 persen), dan PKPI (0,3 persen) hanya menempati posisi tiga terbawah.
Survei IRC sendiri diadakan pada bulan Mei 2013 melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner. Metode penarikan sample yang digunakan adalah multistage random sampling. Sementara itu, jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 1.800 orang dengan margin of error 2,3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
PKS panik korupsi terbongkar, Fahri Hamzah bilang penyadapan KPK itu dosa besar
Jakarta - Ketua KPK Abraham Samad menanggapi santai uneg-uneg Fahri Hamzah soal penyadapan. Warning Fahri bahwa menyadap dosa besar dinilai Samad salah alamat. KPK melakukan penyadapan untuk tujuan besar pemberantasan korupsi. KPK juga tak melakukan penyadapan liar.
"Selama ini KPK melakukan penyadapan secara prosedural sesuai UU yang ada," terang Ketua KPK Abraham Samad di sela-sela rapat dengan Komisi III DPR di Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2013).
Karenaya, Samad meminta agar penyadapan yang dilakukan KPK tidak perlu dipersoalkan, kecuali misalnya KPK melakukan penyadapan secara liar.
"Maka itu KPK bisa dituntut secara hukum. Tapi kita kan tidak melakukan penyadapan secara liar," jelasnya.
Samad juga memastikan bahwa tudingan KPK menyadap anggota DPR tertentu tidak benar. "Jadi tadi teman-teman DPR mengatakan kita menyadap Si Habib Aboe Bakar, Fahri, dan sebagainya nggak pernah ituh KPK menyadap. Jadi itu nggak benar," tutupnya.
"Selama ini KPK melakukan penyadapan secara prosedural sesuai UU yang ada," terang Ketua KPK Abraham Samad di sela-sela rapat dengan Komisi III DPR di Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2013).
Karenaya, Samad meminta agar penyadapan yang dilakukan KPK tidak perlu dipersoalkan, kecuali misalnya KPK melakukan penyadapan secara liar.
"Maka itu KPK bisa dituntut secara hukum. Tapi kita kan tidak melakukan penyadapan secara liar," jelasnya.
Samad juga memastikan bahwa tudingan KPK menyadap anggota DPR tertentu tidak benar. "Jadi tadi teman-teman DPR mengatakan kita menyadap Si Habib Aboe Bakar, Fahri, dan sebagainya nggak pernah ituh KPK menyadap. Jadi itu nggak benar," tutupnya.
Takut Korupsi terbongkar : Fahri Hamzah cs Kesal Disadap KPK
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat Komisi III DPR kesal. Kali ini, mereka menuding lembaga anti korupsi ini melanggar aturan main dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyadapan.
Alasannya, KPK tak hanya menyadap orang yang sudah menjadi target, namun juga kepada anggota Komisi III.
Menanggapi hal itu, Ketua KPK Abraham Samad membantah, pihaknya melanggar aturan UU mengenai penyadapan dan melakukan penyadapan terhadap hampir seluruh anggota Komisi III.
"Selama ini KPK lakukan penyadapan secara prosedural ya, berdasarkan aturan yang ada, UU yang ada. Tidak ada pelanggaran. Oleh karena itu sebetulnya enggak perlu dipersoalkan. Terkecuali, misalnya KPK melakukan penyadapan secara liar, KPK bisa dituntut secara hukum," kata Abraham disela-sela Rapat Dengar Pendapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2013).
Dia juga membantah, sudah melakukan penyadapan terhadap Politikus PKS, Aboe Bakar Al Habsy dan Fahri Hamzah serta sejumlah politikus dari partai lain.
"Tapi selama ini kita tidak melakukan penyadapan secara liar. Jadi tadi teman-teman DPR katakan kita nyadap, enggak ada itu kita lakukan penyadapan terhadap si Habib Aboe Bakar Al Habsy, Fahri Hamzah dll sebagainya. Jadi itu enggak benar," jelasnya.
(cns)
Alasannya, KPK tak hanya menyadap orang yang sudah menjadi target, namun juga kepada anggota Komisi III.
Menanggapi hal itu, Ketua KPK Abraham Samad membantah, pihaknya melanggar aturan UU mengenai penyadapan dan melakukan penyadapan terhadap hampir seluruh anggota Komisi III.
"Selama ini KPK lakukan penyadapan secara prosedural ya, berdasarkan aturan yang ada, UU yang ada. Tidak ada pelanggaran. Oleh karena itu sebetulnya enggak perlu dipersoalkan. Terkecuali, misalnya KPK melakukan penyadapan secara liar, KPK bisa dituntut secara hukum," kata Abraham disela-sela Rapat Dengar Pendapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2013).
Dia juga membantah, sudah melakukan penyadapan terhadap Politikus PKS, Aboe Bakar Al Habsy dan Fahri Hamzah serta sejumlah politikus dari partai lain.
"Tapi selama ini kita tidak melakukan penyadapan secara liar. Jadi tadi teman-teman DPR katakan kita nyadap, enggak ada itu kita lakukan penyadapan terhadap si Habib Aboe Bakar Al Habsy, Fahri Hamzah dll sebagainya. Jadi itu enggak benar," jelasnya.
(cns)
Jokowi-Mahfud Duet Maut Pilpres 2014
JAKARTA - Pengamat Politik, AS Hikam, menilai, Joko Widodo-Mahfud MD bisa menjadi duet maut bila dipasangkan dalam Pilpres 2014. Keduanya dinilai akan didukung rakyat karena tidak menyimpan masalah di masa lalu.
"Indonesia harus punya pemimpin yang tidak punya luka lama di masa lalu. Dua orang itu kan sangat bersih. Jokowi juga tidak hanya diakui secara nasional tapi juga dunia," kata Hikam kepada Okezone, Senin (10/6/2013).
Menurutnya, sebagai orang Jawa, wajar bila Jokowi mengaku saat ini sama sekali tidak berniat jadi presiden. Tapi, jika partai sudah memutuskan mengusungnya, maka otomatis Jokowi harus patuh dan menjalankannya.
"Sejarah ingin ada perubahan serius. PDIP harus tahu semangat zaman bahwa Indonesia butuh pemimpin seperti Jokowi," terangnya.
Selain pasangan Jokowi-Mahfud tidak punya masalah, keduanya juga dinilai gabungan dari nasionalis dan Islam moderat. "Itu jangkar republik ini dan tidak akan membuat militer dan polisi gelisah," ujarnya.
Menurutnya, tak ada lagi calon pemimpin alternatif selain Jokowi-Mahfud. Terkait calon presiden lainnya, Hikam khawatir akan mendapat tekanan bila terpilih. Pasalnya, kebanyakan dari mereka punya catatan hitam yang bisa dibuka lagi saat menjabat.
"Saya yakin, masyarakat, media, pebisnis dan mahasiswa tidak ada yang punya masalah dengan Jokowi-Mahfud. Kalau calon yang lain pasti ada yang keberatan," tutupnya. (trk)
Ahok perintahkan Adik Prabowo Subianto untuk sulap Ragunan
JAKARTA- Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo ditunjuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai Kepala Pengawas Kebun Binatang Ragunan.
"Kita taruh Pak Hashim, Pak Hashim kan enggak mungkin korupsi," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta, Kamis (27/6).
Pria yang akrab disapa Ahok itu, mengaku, telah bertemu langsung dengan Hashim untuk melakukan pembahasan terkait perkembangan ragunan. "Dia memang orang yang hobi untuk urusan binatang. Jaringan dia di dunia tinggi. Kerjasama antar kebun binatang bisa terjadi," harapnya.
Ahok yang juga mantan Anggota Komisi II DPR itu mengaku belum pernah pergi ke Ragunan, namun dirinya kerap kali mendapat laporan yang tidak menyenangkan tentang Ragunan. "Saya sih belum pernah ke sana tapi dari laporan-laporan yang masuk memang kurang baik. Jaman sekarang butuh transparansi, seperti binatang ini makannya berapa banyak, harus jelas gitu," tandasnya.
Dikatakan Ahok, pemprov berharap Kebun Binatang Ragunan dapat bersaing dengan kebun binatang di Singapura. "Nanti kami mau Taman Margasatwa Ragunan menjadi seperti Singapore Zoo. Di sana mereka punya lahan sekitar 20 hektar, ada berbagai hiburan untuk para pengunjung. Termasuk ada Safari Night. Nanti Ragunan harus menjadi seperti itu,” kata Ahok.
"Kita taruh Pak Hashim, Pak Hashim kan enggak mungkin korupsi," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta, Kamis (27/6).
Pria yang akrab disapa Ahok itu, mengaku, telah bertemu langsung dengan Hashim untuk melakukan pembahasan terkait perkembangan ragunan. "Dia memang orang yang hobi untuk urusan binatang. Jaringan dia di dunia tinggi. Kerjasama antar kebun binatang bisa terjadi," harapnya.
Ahok yang juga mantan Anggota Komisi II DPR itu mengaku belum pernah pergi ke Ragunan, namun dirinya kerap kali mendapat laporan yang tidak menyenangkan tentang Ragunan. "Saya sih belum pernah ke sana tapi dari laporan-laporan yang masuk memang kurang baik. Jaman sekarang butuh transparansi, seperti binatang ini makannya berapa banyak, harus jelas gitu," tandasnya.
Dikatakan Ahok, pemprov berharap Kebun Binatang Ragunan dapat bersaing dengan kebun binatang di Singapura. "Nanti kami mau Taman Margasatwa Ragunan menjadi seperti Singapore Zoo. Di sana mereka punya lahan sekitar 20 hektar, ada berbagai hiburan untuk para pengunjung. Termasuk ada Safari Night. Nanti Ragunan harus menjadi seperti itu,” kata Ahok.
Pengamat: Tak Ada Jokowi, Pilpres 2014 Akan Gersang
JAKARTA - Pengamat Politik Boni Hargens mengakui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memang fenomenal. Menurutnya, fenomena pria yang akrab disapa Jokowi ini membuat beberapa nama figur calon presiden yang sebelumnya mempunyai elektabilitas kinclong sekarang mulai meredup.
"Jokowi itu menghapus semua nama besar dari partai. Kehadirannya membuat peta pertarungan 2014 jadi sederhana, tidak rumit lagi. Jokowi lawan yang lain," ujar pengamat politik Boni Hargens dalam pesan singkatnya, Rabu (26/6).
Menariknya, sambung Boni, Jokowi muncul sebagai figur yang kekuatannya terletak pada figuritas, bukan branding atau mobilisasi partai. Mantan Walikota Solo itu juga tidak lahir dari kekuatan kapital, apalagi karena dibesarkan akar sejarah politik masa lalu.
"Ia menelanjangi partai-partai kita yang cenderung oligarkis," ungkap dosen politik Universitas Indonesia ini.
Karena itu, sambung Boni, pilpres 2014 akan gersang kalau tidak diramaikan figur seperti Jokowi. "Gersang. Nggak ada dinamika. Karena figur lama yang bermain," tandas Boni.
Meski begitu, Boni tak menampik bahwa sejauh ini Jokowi belum mengungkapkan kesiapan untuk nyapres. Begitu juga PDI Perjuangan belum menyatakan dukungan. "Yah itu soal konteks. Kalau pertarungan makin susah, PDIP tak punya jalan lain untuk mendongkrak elektabilitas selain mendorong Jokowi," jelasnya.
Sementara Jokowi, sambung Boni, akan ikut apapun keputusan yang diambil Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. "Sebagai orang Jawa, nggak mungkin dia mbalelo," tandasnya.
Jeffrie Geovanie, board of advisor CSIS (Center for Strategic and International Studies) sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa Pilpres 2014 mendatang adalah momentum untuk generasi baru atau tokoh muda bertarung merebut kursi RI-1. Dua di antara tokoh muda itu adalah Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
"Dengan dua kandidat capres wajah baru tersebut, masyarakat Indonesia akan mengabaikan wajah-wajah lama," ujarnya.
Gita Wirjawan bisa maju sebagai capres tak lepas dari terobosan SBY yang menerapkan metode konvensi untuk menjaring calon presiden. Sedangkan Jokowi akan didukung PDIP. Pasalnya, elektabilitas mantan Walikota Solo itu kian moncer. "Dugaan saya, Megawati pun akan ikhlas melepaskan tiket pencapresan PDIP pada Jokowi yang semakin melejit elektabilitasnya saat ini," ucapnya. (awa/jpnn)
"Jokowi itu menghapus semua nama besar dari partai. Kehadirannya membuat peta pertarungan 2014 jadi sederhana, tidak rumit lagi. Jokowi lawan yang lain," ujar pengamat politik Boni Hargens dalam pesan singkatnya, Rabu (26/6).
Menariknya, sambung Boni, Jokowi muncul sebagai figur yang kekuatannya terletak pada figuritas, bukan branding atau mobilisasi partai. Mantan Walikota Solo itu juga tidak lahir dari kekuatan kapital, apalagi karena dibesarkan akar sejarah politik masa lalu.
"Ia menelanjangi partai-partai kita yang cenderung oligarkis," ungkap dosen politik Universitas Indonesia ini.
Karena itu, sambung Boni, pilpres 2014 akan gersang kalau tidak diramaikan figur seperti Jokowi. "Gersang. Nggak ada dinamika. Karena figur lama yang bermain," tandas Boni.
Meski begitu, Boni tak menampik bahwa sejauh ini Jokowi belum mengungkapkan kesiapan untuk nyapres. Begitu juga PDI Perjuangan belum menyatakan dukungan. "Yah itu soal konteks. Kalau pertarungan makin susah, PDIP tak punya jalan lain untuk mendongkrak elektabilitas selain mendorong Jokowi," jelasnya.
Sementara Jokowi, sambung Boni, akan ikut apapun keputusan yang diambil Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. "Sebagai orang Jawa, nggak mungkin dia mbalelo," tandasnya.
Jeffrie Geovanie, board of advisor CSIS (Center for Strategic and International Studies) sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa Pilpres 2014 mendatang adalah momentum untuk generasi baru atau tokoh muda bertarung merebut kursi RI-1. Dua di antara tokoh muda itu adalah Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
"Dengan dua kandidat capres wajah baru tersebut, masyarakat Indonesia akan mengabaikan wajah-wajah lama," ujarnya.
Gita Wirjawan bisa maju sebagai capres tak lepas dari terobosan SBY yang menerapkan metode konvensi untuk menjaring calon presiden. Sedangkan Jokowi akan didukung PDIP. Pasalnya, elektabilitas mantan Walikota Solo itu kian moncer. "Dugaan saya, Megawati pun akan ikhlas melepaskan tiket pencapresan PDIP pada Jokowi yang semakin melejit elektabilitasnya saat ini," ucapnya. (awa/jpnn)
Ini daftar Pasukan "Jakarta Baru" yang siap benahi kecamatan & kelurahan di Jakarta
Jakarta - Gubernur DKI Joko Widodo sudah melantik 415 pejabat baru di lingkungan Pemprov DKI. Mereka terdiri dari 44 camat, 267 lurah dan sisanya pejabat eselon III dan IV. Siapa saja yang terpilih?
Berikut data camat dan lurah yang lolos seleksi lelang jabatan di DKI. Data diambil dari rilis Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kamis (27/6/2013):
Camat:
1. DENNY RAMDHANY Camat Grogol Petamburan Jakarta Barat
2. AHMAD YA LA Camat Kalideres Jakarta Barat
3. JUNAIDI Camat Cengkareng Jakarta Barat
4. AGUS TRIJONO Camat Palmerah Jakarta Barat
5. SLAMET RIYADI Camat Kembangan Jakarta Barat
6. MURSIDIN Camat Kebon Jeruk Jakbar
7. YUNUS BURHAN Camat Tambora Jakbar
8. PARIS LIMBONG Camat Tamansari Jakbar
9. SUJANTO BUDIROSO Camat Sawah Besar Jakpus
10. HIDAYATULLAH Camat Tanah Abang Jakarta Pusat
11. BONDAN DYAH EKOWATI Camat Menteng Jakarta Pusat
12. HENRI PEREZ SITORUS Camat Gambir Jakpus
13. LOLA LOVITA Camat Senen Jakpus
14. MASRONI Camat Johar Baru Jakpus
15. IYAN SOPIAN HADI Camat Kemayoran
16. LILIK YULI HANDAYANI Camat Cempaka Putih Jakpus
17. MAHLUDIN Camat Tebet Jakarta Selatan
18. RM AMIEN HAJI Camat Pasar Minggu Jakarta Selatan
19. EDDY SUHERMAN Camat Kebayoran Baru Jakarta Selatan
20. AGUS IRWANTO Camat Kebayoran Lama Jaksel
21. ASRIL RIZAL Camat Jagakarsa Jaksel
22. FREDY SETIAWAN Camat Setiabudi Jaksel
23. DHANY SUKMA Camat Cilandak Jaksel
24. FIDIYAH ROKHIM Camat Mampang Prapatan Jakarta Selatan
25. MUNJIRIN Camat Pancoran Jakarta Selatan
26. EKO SUROYO Camat Pesanggrahan Jakarta Selatan
27. ARI SONJAYA Camat Makasar Jaktim
28. ALI MURTHADHO Camat Cakung Jaktim
29. TEGUH HENDRAWAN Camat Pulo Gadung Jakarta Timur
30. WAHYU SUPRIYATNA Camat Pasar Rebo Jaktim
31. SYOFIAN Camat Jatinegara Jakarta Timur
32. HARI NUGROHO Camat Matraman Jaktim
33. ROMY SIDHARTA Camat Ciracas Jaktim
34. DIAN PURFANTO Camat Kramatjati Jaktim
35. IIN MUTMAINNAH Cipayung Jaktim
36. ABU BAKAR Camat Duren Sawit Jaktim
37. RUSDIYANTO Camat Penjaringan Jakarta Utara
38. JUPAN ROYTER SAHALATUA Camat Kelapa Gading Jakut
39. M EFISKAL Camat Tanjung Priok Jakarta Utara
40. SUPRIYONO Camat Cilincing Jakarta Utara
41. RAHMAT EFENDI Camat Koja Jakut
42. MUH YUSUF MADJID Camat Pademangan Jakut
43. HERIYANTI Camat Kep. Seribu Utara
44. SATRIADI GUNAWAN Camat Kepulauan Seribu Selatan
Lurah:
1. MASYHUDI LURAH ANGKE KEC. TAMBORA JAKBAR
2. TARSO LURAH CENGKARENG BARAT KEC. CENGKARENG JAKBAR
3. AGUS MULYADI LURAH CENGKARENG TIMUR KEC. CENGKARENG JAKBAR
4. HASANUDIN LURAH DURI KEPA KEC. KEBON JERUK JAKBAR
5. HERMAN LURAH DURI KOSAMBI KEC. CENGKARENG JAKBAR
6. AGUS SAPUTRA LURAH DURI UTARA KEC. TAMBORA JAKBAR
7. AJI KUMALA LURAH GLODOK KEC. TAMAN SARI JAKBAR
8. ABDUL LATIF LURAH GROGOL KEC. GROGOL PETAMBURAN JAKBAR
9. SUHARDIN LURAH JATI PULO KEC. PALMERAH JAKBAR
10. MOCH KAPRAWI LURAH JELAMBAR BARU KEC. GROGOL PETAMBURAN JAKBAR
11. RANO RAHMAT EFENDI LURAH JELAMBAR KEC. GROGOL PETAMBURAN JAKBAR
12. AMPERIYANI LURAH JEMBATAN BESI KEC. TAMBORA JAKBAR
13. JOKO SUPARNO LURAH JOGLO KEC. KEMBANGAN JAKBAR
14. DODO SUPENDI LURAH KALIANYAR KEC. TAMBORA JAKBAR
15. JOKO MULYONO LURAH KAMAL KEC. KALIDERES JAKBAR
16. RISAN LURAH KAPUK KEC. CENGKARENG JAKBAR
17. SARWONO LURAH KEAGUNGAN KEC. TAMANSARI JAKBAR
18. NAMAN SETIAWAN LURAH KEBON JERUK KEC. KEBON JERUK JAKBAR
19. MOH HATTA LURAH KEDAUNG KALIANGKE KEC.CENGKARENG JAKBAR
20. NURAINI SILVIANA LURAH KEDOYA SELATAN JAKBAR
21. DWI ARYONO LURAH KEDOYA UTARA JAKBAR
22. MAHFUD LURAH KELAPA DUA KEC. KEBON JERUK JAKBAR
23. TRI PRASETYO UTOMO LURAH KEMANGGISAN KEC. PALMERAH JAKBAR
24. AHMAD FAQIH LURAH KEMBANGAN SELATAN JAKBAR
25. AGUS SATIAWAN LURAH KEMBANGAN UTARA JAKBAR
26. PRIMAHADI LURAH KOTA BAMBU SELATAN KEC. PALMERAH JAKBAR
27. KAMSO, SE LURAH KOTA BAMBU UTARA JAKBAR
28. BIR ALI LURAH KRENDANG KEC. TAMBORA JAKBAR
29. RUMIYATI LURAH MANGGA BESAR KEC. TAMANSARI JAKBAR
30. KELLI SUPRIYONO LURAH MAPHAR KEC. TAMAN SARI JAKBAR
31. SAUMUN LURAH MERUYA SELATAN KEC. KEMBANGAN JAKBAR
32. SAKBAN LURAH MERUYA UTARA KEC. KEMBANGAN JAKBAR
33. SYAMSUDIN NOOR LURAH PAL MERAH KEC. PAL MERAH JAKBAR.
34. ACHMAD SAJIDIN LURAH PEGADUNGAN KEC. KALIDERES JAKBAR
35. AGUS YUSUP LURAH PEKOJAN KEC. TAMBORA JAKBAR
36. FEBRIANDRI SUHARTO LURAH PINANGSIA KEC. TAMAN SARI JAKBAR
37. HASYIM LURAH RAWA BUAYA KEC. CENGKARENG JAKBAR
38. ABDUL KARIM LURAH SEMANAN KEC. KALIDERES JAKBAR
39. ASHAL PARLAUNGAN LURAH SLIPI KEC. PALMERAH JAKBAR.
40. ENDANG PRIHATIN H LURAH SRENGSENG KEC. KEMBANGAN JAKBAR
41. IBNU SOFA LURAH SUKABUMI SELATAN KEC. KEBON JERUK JAKBAR
42. DJAHARUDDIN LURAH TAMAN SARI KEC. TAMAN SARI JAKBAR
43. AGUS MUHARAM LURAH TAMBORA KEC. TAMBORA JAKBAR
44. DEVI RIANA SUMANTHI LURAH TANJUNG DUREN SELATAN JAKBAR
45. HANY WAHYUNI LURAH TANJUNG DUREN UTARA JAKBAR
46. ANIK SULASTRI LURAH TEGAL ALUR KEC. KALIDERES JAKBAR
47. LILIK ISTINAH LURAH TOMANG KEC. GROGOL PETAMBURAN JAKBAR
48. AMRIN LURAH WIJAYA KUSUMA KEC. GROGOL PETAMBURAN JAKBAR
49. JUMADI LURAH JEMBATAN LIMA JAKBAR
50. MAMAD LURAH KALIDERES JAKBAR
51. YENI ASNITA LURAH KRUKUT JAKBAR
52. HERU SUPRIYONO LURAH ROA MALAKA JAKBAR
53. MUHAMMAD ALI LURAH SUKABUMI UTARA JAKBAR
54. WAHYU DWI KESDIANTO LURAH TANAH SEREAL JAKBAR
55. MUHIDIN LURAH TANGKI JAKBAR
56. NOVI INDRIA SARI LURAH DURI SELATAN JAKBAR
57. ASEP MULYAMAN LURAH CEMPAKA BARU KEC.KEMAYORAN JAKPUS
58. SAMSUDIN LURAH CIDENG KEC. GAMBIR JAKPUS
59. SUPARDIONO LURAH GALUR KEC. JOHAR BARU JAKPUS
60. RAIMAH LURAH GELORA KEC. TANAH ABANG JAKPUS
61. NURHELMI SAVITRI LURAH GONDANGDIA KEC. MENTENG JAKPUS
62. DWI SIGIT HARIYONO LURAH GUNUNG SAHARI UTARA KEC. KEMAYORAN JAKPUS
63. SUDARMADI, SIP LURAH HARAPAN MULIA KEC. KEMAYORAN JAKPUS
64. RETNO DARU DEWI LURAH JOHAR BARU KEC. JOHAR BARU JAKPUS
65. M SAIDI LURAH KAMPUNG BALI KEC. TANAH ABANG JAKPUS
66. ANDRI FERDIAN LURAH KAMPUNG RAWA KEC. JOHAR BARU JAKPUS
67. SUPRAPTO LURAH KEBON KOSONG KEC. KEMAYORAN JAKPUS
68. WINETRIN LURAH KEBON MELATI KEC. TANAH ABANG JAKPUS
69. ANWAR MAOLANA LURAH KEBON SIRIH KEC.MENTENG JAKPUS
70. BANGUN LURAH KEMAYORAN KEC. KEMAYORAN JAKPUS
71. EDDY SYAMSUDIN LURAH KENARI KEC. SENEN JAKPUS
72. DEDI ARIF DARSONO LURAH KWITANG KEC. SENEN JAKPUS
73. RIYANTO LURAH PETOJO SELATAN KEC. GAMBIR JAKPUS
74. SRI PRIHATINI LURAH PETOJO UTARA KEC. GAMBIR JAKPUS
75. ISHRAN PRASETIAWAN LURAH RAWASARI KEC. CEMPAKA PUTIH JAKPUS
76. MUHAMMADONG LURAH SENEN KECAMATAN SENEN JAKPUS
77. WAHYU PRABOWO LURAH UTAN PANJANG KEC.KEMAYORAN JAKPUS
78. SUPRAYOGIE LURAH BENDUNGAN HILIR KEC. TANAH ABANG JAKPUS
79. PUTUT PUJI LINANGKUNG LURAH BUNGUR KEC. SENEN JAKPUS
80. RASUL LUBIS LURAH CEMPAKA PUTIH BARAT KEC. CEMPAKA PUTIH JAKPUS
81. ETY KUSMIYATI LURAH CEMPAKA PUTIH TIMUR KEC. CEMPAKA PUTIH JAKPUS
82. MARINI SRI INDASWARI LURAH CIKINI JAKPUS ( MENGANTIKAN PEJABAT LAMA BUP 1 AGUSTUS 2013 )
83. KARTIKOWIRAWAN LURAH GAMBIR KEC. GAMBIR JAKPUS
84. EDY SURYAMAN LURAH GUNUNG SAHARI SELATAN KEC. KEMAYORAN JAKPUS
85. AGUS YACHYA, S.SOS LURAH KARANG ANYAR KEC. SAWAH BESAR JAKPUS
86. SOEMARNO LURAH KARET TENGSIN KEC. TANAH ABANG JAKPUS
87. FETARIA LURAH KARTINI JAKPUS
88. ACHMAD FIRDAUS LURAH KEBON KACANG KEC. TANAH ABANG JAKPUS
89. EDDY SUPRIYANTO LURAH KEBON KELAPA KEC. GAMBIR JAKPUS
90. LEO TANTINO LURAH KRAMAT KEC. SENEN JAKPUS
91. ARIS SUSANTO LURAH MANGGA DUA SELATAN KEC. SAWAH BESAR JAKPUS
92. SULASTRI LURAH MENTENG KEC. MENTENG JAKPUS
93. RA TITIK SUGIHARTI LURAH PASAR BARU KEC. SAWAH BESAR JAKPUS
94. MOHAMAD KHOTIB LURAH PASEBAN KEC. SENEN JAKPUS
95. MUHAMAD IRFAN YUSUF LURAH PEGANGSAAN KEC. MENTENG JAKPUS
96. NUR KOMARIYAH LURAH PETAMBURAN KEC. TANAH ABANG JAKPUS
97. SRI MULYATNO LURAH SERDANG KEC. KEMAYORAN JAKPUS
98. POULINAWATI LURAH SUMUR BATU KEC. KEMAYORAN JAKPUS
99. MAIYANTI AZIZ LURAH TANAH TINGGI KEC. JOHAR BARU JAKPUS
100. FERRY ABDILLAH KADIR LURAH DURI PULO KEC. GAMBIR JAKPUS
101. DEDIH SUHADA LURAH BANGKA KEC. MAMPANG PRAPATAN JAKSEL
102. MUHAMAD ISA S LURAH BINTARO KEC. PESANGGRAHAN JAKSEL
103. MARDI YOUCE LURAH BUKIT DURI KEC. TEBET JAKSEL
104. AHMAD SODIKIN LURAH CIGANJUR KEC. JAGAKARSA JAKSEL
105. MUHAMMAD ICHWAN LURAH CIKOKO KEC. PANCORAN JAKSEL
106. MUNDARI LURAH CILANDAK BARAT KEC. CILANDAK JAKSEL
107. ENY PRIYATNI LURAH CILANDAK TIMUR KEC. PASAR MINGGU JAKSEL
108. MERINTA HENDRI P LURAH CIPETE SELATAN KEC. CILANDAK JAKSEL
109. BUDI SANTOSO LURAH CIPETE UTARA KEC. KEB. BARU JAKSEL
110. MURSALIN LURAH CIPULIR KEC. KEBAYORAN LAMA JAKSEL
111. M ZEN LURAH GANDARIA SELATAN KEC. CILANDAK JAKSEL
112. LUKMANSYAH D LURAH GANDARIA UTARA KEC. KEB. BARU JAKSEL
113. AGUNG WIBOWO LURAH GROGOL SELATAN KEC. KEB. LAMA JAKSEL
114. HIFZILLAH LURAH GUNTUR KEC. SETIABUDI JAKSEL
115. SAMSIDI LURAH GUNUNG KEC. KEBAYORAN BARU JAKSEL
116. KENDRAWATI LURAH JAGAKARSA KEC. JAGAKARSA JAKSEL
117. GIYANTO LURAH JATI PADANG KEC. PASAR MINGGU JAKSEL
118. RUKMINI LURAH KALIBATAKEC. PANCORAN JAKSEL
119. SAFITRI RIYANTO LURAH KARET KEC. SETIABUDI JAKSEL
120. MAULANI LURAH KARET KUNINGAN KEC. SETIA BUDI JAKSEL
121. ISTAMBUL AFRIKANA LURAH KARET SEMANGGI KEC. SETIABUDI JAKSEL
122. SUHANTO LURAH KEBAGUSAN KEC. PASAR MINGGU JAKSEL
123. ARIF ABIDIN MUCHLIS LURAH KEBAYORAN LAMA SELATAN KEC. KEBAYORAN LAMA JAKSEL
124. SARWANTO LURAH KEBAYORAN LAMA UTARA KEC. KEBOARAN LAMA JAKSEL
125. BAMBANG SUHADA LURAH KEBON BARU KEC. TEBET JAKSEL.
126. MOH. RIZKI ADHARI J LURAH KRAMAT PELA KEC.KEBAYORAN BARU JAKSEL
127. MARIANA LURAH KUNINGAN BARAT KEC. MAMPANG PRAPATAN JAKSEL
128. M FAJAR S LURAH KUNINGAN TIMUR KEC. SETIABUDI JAKSEL
129. SITI NURAENI LURAH LEBAK BULUS KEC. CILANDAK JAKSEL
130. SUSAN JASMINE ZULKIFLI LURAH LENTENG AGUNG KEC. JAGAKARSA JAKSEL
131. JAENUDIN LURAH MAMPANG PRAPATAN KEC. MAMPANG PRAPATAN JAKSEL
132. NUGRAHARYADI LURAH MANGGARAI KEC. TEBET JAKSEL
133. MACHDI, SE LURAH MANGGARAI SELATAN KEC. TEBET JAKSEL
134. ANJU STOVIA PALEMPUTRA LURAH MELAWAI KEC.KEBAYORAN BARU JAKSEL
135. EKO KARDIYANTO LURAH MENTENG ATAS KEC. SETIABUDI JAKSEL
136. AGUNG MAOLANA SALEH LURAH MENTENG DALAM KEC. TEBET JAKSEL
137. MAMAN SUMARMAN LURAH PANCORAN KEC. PANCORAN JAKSEL
138. JOKO PADMONO LURAH PASAR MANGGIS KEC. SETIABUDI JAKSEL
139. SATIA LURAH PASAR MINGGU KEC. PASAR MINGGU JAKSEL
140. EDI MARGONO LURAH PEJATEN BARAT KEC. PASAR MINGGU JAKSEL
141. GRACE TIARAMUDI R LURAH PEJATEN TIMUR KEC. PASAR MINGGU JAKSEL
142. ACHMAD BASYARUDDIN LURAH PELA MAMPANG KEC. MAMPANG PRAPATAN JAKSEL
143. SARYATI LURAH PESANGGRAHAN KEC. PESANGGRAHAN JAKSEL
144. KUSWARA E KUSDIANTO LURAH PETOGOGAN KEC. KEBAYORAN BARU JAKSEL
145. FACHRUDDIN LURAH PETUKANGAN SELATAN KEC. PESANGGRAHAN JAKSEL
146. SAFRI DJANI LURAH PETUKANGAN UTARA KEC. PESANGGRAHAN JAKSEL
147. SITI FAUZIAH G LURAH PONDOK LABU KEC. CILANDAK JAKSEL
148. IWAN KRISTIAN S LURAH PONDOK PINANG KEC. KEBAYORAN LAMA JAKSEL
149. DODI ARI WIBOWO LURAH PULO KEC. KEBAYORAN BARU JAKSEL
150. AHMAD FAUZI LURAH RAGUNAN KEC. PASAR MINGGU JAKSEL
151. NOOR MUCHYADI LURAH RAWA BARAT KEC. KEBAYORAN BARU JAKSEL
152. SELMAN ANDRIYANTO LURAH RAWAJATI KEC.PANCORAN JAKSEL
153. SRI EMI FARIZA KARTINI LURAH SELONG KEC. KEBAYORAN BARU JAKSEL
154. JUMROH LURAH SENAYAN KEC. KEBAYORAN BARU JAKSEL
155. ISWAHYUDI LURAH SETIA BUDI KEC. SETIA BUDI JAKSEL
156. TUBAGUS MASRURI LURAH SRENGSENG SAWAH KEC. JAGAKARSA JAKSEL
157. ARYAN SYAFARI LURAH TANJUNG BARAT KEC. JAGAKARSA JAKSEL
158. MARSITAH LURAH TEBET BARAT KEC. TEBET JAKSEL
159. YUNAENAH LURAH TEBET TIMUR KEC. TEBET JAKSEL
160. MUHAMAD DJUMENA LURAH TEGAL PARANG KEC. MAMPANG PRAPATAN JAKSEL
161. RATU DIAN CHERAWATI LURAH ULUJAMI KEC. PESANGGRAHAN JAKSEL
162. HANI PURWANTI LURAH GROGOL UTARA JAKSEL
163. SORI MATOGU LURAH DUREN TIGA KEC. PANCORAN JAKSEL
164. CHAIRUSSALAM LURAH CIPEDAK KEC. JAGAKARSA JAKARTA SELATAN (MASIH DALAM UJI KESEHATAN)
165. RACHMAD HAZAMI LURAH PENGADEGAN KEC. PANCORAN JAKSEL
166. AHMAD MAULANA LURAH BALEKAMBANG KEC. KRAMATJATI JAKTIM
167. AGUSTINAH LURAH BALIMESTER JAKTIM
168. HASBULLOH LURAH BAMBU APUS JAKTIM
169. SITI WARSILAH LURAH BARU KEC. PASAR REBO JAKTIM
170. BADRUDIN LURAH BATU AMPAR JAKTIM
171. NASRUDIN LURAH BIDARA CINA KEC. JATINEGARA JAKTIM
172. WAHYU PRIASTANTO LURAH CAKUNG BARAT KEC. CAKUNG JAKTIM
173. TRI ROHMIYATUN LURAH CAKUNG TIMUR JAKTIM
174. OMPU MOCHAMAD TAUFIK LURAH CAWANG JAKTIM
175. FANDA FADLY LUBIS LURAH CEGER KEC. CIPAYUNG JAKTIM
176. BUDY HARTATI LURAH CIBUBUR JAKTIM
177. EDDY LURAH CIJANTUNG KECAMATAN PASAR REBO JAKTIM
178. SAPTO TJAHJADHI LURAH CILANGKAP KEC. CIPAYUNG JAKTIM
179. WAWA KARTIWA LURAH CILILITAN KECAMATAN KRAMATJATI JAKTIM
180. SUDARNA LURAH CIPAYUNG JAKTIM
181. MINTARSIH LURAH CIPINANG JAKTIM
182. IBRAHIM LURAH CIPINANG BESAR SELATAN KEC.JATINEGARA JAKTIM
183. ALI MANSUR SIREGAR LURAH CIPINANG CEMPEDAK KEC.JATINEGARA JAKTIM
184. SYAIFUL HAYAT LURAH CIPINANG MELAYU KECAMATAN MAKASAR JAKTIM
185. ENDANG SOFYAN LURAH CIPINANG MUARA KEC.JATINEGARA JAKTIM
186. SRI SUNDARI LURAH CIPINANG BESAR UTARA JAKTIM
187. PARIDA LURAH CIRACAS JAKTIM
188. AGUS NOSORIPADA H LURAH DUKUH KEC. KRAMATJATI JAKTIM
189. SUPRIYANTO LURAH DUREN SAWIT KEC.DUREN SAWIT JAKTIM
190. FLORA MAGDALENA LURAH GEDONG KEC. PASAR REBO JAKTIM
191. YUS WIL RASID LURAH HALIM PERDANA KUSUMAH KEC.MAKASAR JAKTIM
192. DEWI PURNAMASARI LURAH JATI KEC. PULO GADUNG JAKTIM
193. ALI WAHYUDIN LURAH JATINEGARA KEC. CAKUNG JAKTIM
194. SUWINDARTO LURAH KALISARI KEC. PASAR REBO JAKTIM
195. BAMBANG PANGESTU LURAH KAMPUNG MELAYU KEC. JATINEGARA JAKTIM
196. ENDANG KARTIKA W LURAH KAYU MANIS KEC. MATRAMAN JAKTIM
197. ROSIDAH SRI BUNTARI LURAH KAYU PUTIH KEC. PULO GADUNG JAKTIM
198. ZAINUL ARIFIN LURAH KEBON MANGGIS KEC. MATRAMAN JAKTIM
199. SIGIT DARMANTO LURAH KEBON PALA JAKTIM
200. AMIN SYARIFUDDIN LURAH KELAPA DUA WETAN JAKTIM
201. R AGUS MULYADI LURAH KLENDER KECAMATAN DUREN SAWIT JAKTIM
202. CATUR PRYONO LURAH KRAMATJATI JAKTIM
203. FATHONI LURAH LUBANG BUAYA JAKTIM
204. SUMADI LURAH MAKASAR KEC. MAKASAR JAKTIM
205. LIDIANA ENDAH.VR.SE LURAH MALAKA JAYA JAKTIM
206. RIMA DAHLIA LURAH MALAKA SARI KEC. DUREN SAWIT JAKTIM
207. HENNY HERMAYANI LURAH MUNJUL KEC. MUNJUL JAKTIM
208. JAIMIN LURAH PALMERIAM JAKTIM
209. GUGUK TRIRAHAYU LURAH PEKAYON JAKTIM
210. A KHAMBALI KHOLID LURAH PENGGILINGAN JAKTIM
211. SUSI LURAH PINANG RANTI JAKTIM
212. SRI RATNAWATI LURAH PISANGAN BARU KEC. MATRAMAN JAKTIM
213. SAIFUL BHARI LURAH PISANGAN TIMUR KEC. PULO GADUNG JAKTIM
214. EKO GUMELAR S LURAH RAWAMANGUN KEC. PULO GADUNG JAKTIM (PEJABAT LAMA YANG BUP 1 AGUSTUS 2013)
215. BUDHY NOVIAN LURAH PONDOK BAMBU JAKTIM
216. RIAN SARSONO LURAH PONDOK KELAPA KEC.DUREN SAWIT JAKTIM
217. PANANGARAN RITONGA LURAH PONDOK KOPI KEC. DUREN SAWIT JAKTIM
218. MAHPUZ MZ LURAH PONDOK RANGGON KEC. CIPAYUNG JAKTIM
219. IMBANG SANTOSO LURAH PULO GADUNG JAKTIM
220. ENDRO MOEKTI WIBOWO LURAH PULO GEBANG KEC. CAKUNG JAKTIM
221. RUSLAN RAHIM LURAH RAMBUTAN KEC. CIRACAS JAKTIM
222. SUMARDIYONO LURAH RAWA BUNGA KEC. JATINEGARA JAKTIM
223. DIANA ANGGRAINI FATIMAH LURAH RAWA TERATE KEC. CAKUNG JAKTIM
224. KADARUSMAN SOETAMA LURAH SETU KEC. CIPAYUNG JAKTIM
225. AGUS HERYAWAN LURAH SUSUKAN KEC. CIRACAS JAKTIM
226. TARMIJI LURAH TENGAH KEC. KRAMATJATI JAKTIM
227. DADANG YUDI HARTONO LURAH UJUNG MENTENG KEC. CAKUNG JAKTIM
228. R YAKUB LURAH UTAN KAYU SELATAN KEC. MATRAMAN JAKTIM
229. HERU SURYONO LURAH UTAN KAYU UTARA JAKTIM
230. HENRICA KUSWANDARI LURAH JATINEGARA KAUM JAKTIM
231. ADE HIMAWAN LURAH ANCOL KEC. PADEMANGAN JAKUT
232. YODDI SANTOSA LURAH CILINCING JAKUT
233. SAHRONI LURAH KALIBARU KEC. CILINCING JAKUT
234. ROYTO HARAHAP LURAH KAMAL MUARA KEC. PENJARINGAN JAKUT
235. PURNOMO LURAH KAPUK MUARA KEC. PENJARINGAN JAKUT
236. MA'MUN LURAH KEBON BAWANG KEC. TANJUNG PRIOK JAKUT
237. SUGIHARJO TIMBO, SIP LURAH KELAPA GADING BARAT JAKUT
238. SRI SUHARTINI LURAH KELAPA GADING TIMUR KEC. KELAPA GADING JAKUT
239. SUHADI LURAH KOJA KEC.KOJA JAKUT
240. LILIES ASNAWATY LURAH LAGOA KEC. KOJA JAKUT
241. ALI MUDASIR LURAH MARUNDA KEC. CILINCING JAKUT
242. RONNY JARPIKO LURAH PADEMANGAN KEC. PADEMANGAN JAKUT
243. ARAHAP LURAH PAPANGGO KEC. TANJUNG PRIOK JAKUT
244. DIDIT MULYADI LURAH PEGANGSAAN DUA KEC. KELAPA GADING JAKUT
245. SURANTA LURAH PENJARINGAN KEC. PENJARINGAN JAKUT
246. TAHTA YUJANG LURAH PLUIT KEC. PENJARINGAN JAKUT
247. SUTARJO LURAH RAWA BADAK SELATAN KEC. KOJA JAKUT
248. MOCH. MUJAKIR LURAH RAWA BADAK UTARA KEC. KOJA JAKUT
249. M. IQBAL LURAH SEMPER BARAT KEC. CILINCING JAKUT
250. DARMAWAN LURAH SEMPER TIMUR KEC. CILINCING JAKUT
251. MUHAMMAD ANDRI LURAH SUKAPURA KEC. CILINCING JAKUT
252. SAMSU RIZAL K LURAH SUNGAI BAMBU KEC.TANJUNG PRIOK JAKUT
253. INDRIA HILMI LURAH SUNTER AGUNG KEC. TANJUNG PRIOK JAKUT
254. EEN HERMAWAN LURAH SUNTER JAYA KEC. TANJUNG PRIOK JAKUT
255. MOH MAIBU LURAH TUGU SELATAN KEC. KOJA JAKUT
256. MULYADI LURAH TUGU UTARA KEC. KOJA JAKUT
257. TULUS HARJO LURAH WARAKAS JAKUT
258. KELIK SUTANTO LURAH PADEMANGAN TIMUR KEC. PADEMANGAN JAKUT
259. ALAMSAH LURAH PEJAGALAN JAKUT
260. DWI KURNIASIH LURAH ROROTAN JAKUT
261. SUYONO LURAH TANJUNG PRIOK JAKUT
262. ISMAIL LURAH PULAU HARAPAN KEC. KEPULAUAN SERIBU UTARA
263. ASTAWAN LURAH PULAU KELAPA KEC. PULAU SERIBU UTARA
264. M ALI LURAH PULAU PANGGANG KEC. KEPULAUAN SERIBU UTARA
265. BUNYAMIN LURAH PULAU PARI KEC. KEPULAUAN SERIBU SELATAN
266. M HUSNUL FAUJI LURAH PULAU TIDUNG KEC. PULAU SERIBU SELATAN
267. ANGGA SAPUTRA LURAH UNTUNG JAWA KEP.SERIBU
Berikut data camat dan lurah yang lolos seleksi lelang jabatan di DKI. Data diambil dari rilis Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kamis (27/6/2013):
Camat:
1. DENNY RAMDHANY Camat Grogol Petamburan Jakarta Barat
2. AHMAD YA LA Camat Kalideres Jakarta Barat
3. JUNAIDI Camat Cengkareng Jakarta Barat
4. AGUS TRIJONO Camat Palmerah Jakarta Barat
5. SLAMET RIYADI Camat Kembangan Jakarta Barat
6. MURSIDIN Camat Kebon Jeruk Jakbar
7. YUNUS BURHAN Camat Tambora Jakbar
8. PARIS LIMBONG Camat Tamansari Jakbar
9. SUJANTO BUDIROSO Camat Sawah Besar Jakpus
10. HIDAYATULLAH Camat Tanah Abang Jakarta Pusat
11. BONDAN DYAH EKOWATI Camat Menteng Jakarta Pusat
12. HENRI PEREZ SITORUS Camat Gambir Jakpus
13. LOLA LOVITA Camat Senen Jakpus
14. MASRONI Camat Johar Baru Jakpus
15. IYAN SOPIAN HADI Camat Kemayoran
16. LILIK YULI HANDAYANI Camat Cempaka Putih Jakpus
17. MAHLUDIN Camat Tebet Jakarta Selatan
18. RM AMIEN HAJI Camat Pasar Minggu Jakarta Selatan
19. EDDY SUHERMAN Camat Kebayoran Baru Jakarta Selatan
20. AGUS IRWANTO Camat Kebayoran Lama Jaksel
21. ASRIL RIZAL Camat Jagakarsa Jaksel
22. FREDY SETIAWAN Camat Setiabudi Jaksel
23. DHANY SUKMA Camat Cilandak Jaksel
24. FIDIYAH ROKHIM Camat Mampang Prapatan Jakarta Selatan
25. MUNJIRIN Camat Pancoran Jakarta Selatan
26. EKO SUROYO Camat Pesanggrahan Jakarta Selatan
27. ARI SONJAYA Camat Makasar Jaktim
28. ALI MURTHADHO Camat Cakung Jaktim
29. TEGUH HENDRAWAN Camat Pulo Gadung Jakarta Timur
30. WAHYU SUPRIYATNA Camat Pasar Rebo Jaktim
31. SYOFIAN Camat Jatinegara Jakarta Timur
32. HARI NUGROHO Camat Matraman Jaktim
33. ROMY SIDHARTA Camat Ciracas Jaktim
34. DIAN PURFANTO Camat Kramatjati Jaktim
35. IIN MUTMAINNAH Cipayung Jaktim
36. ABU BAKAR Camat Duren Sawit Jaktim
37. RUSDIYANTO Camat Penjaringan Jakarta Utara
38. JUPAN ROYTER SAHALATUA Camat Kelapa Gading Jakut
39. M EFISKAL Camat Tanjung Priok Jakarta Utara
40. SUPRIYONO Camat Cilincing Jakarta Utara
41. RAHMAT EFENDI Camat Koja Jakut
42. MUH YUSUF MADJID Camat Pademangan Jakut
43. HERIYANTI Camat Kep. Seribu Utara
44. SATRIADI GUNAWAN Camat Kepulauan Seribu Selatan
Lurah:
1. MASYHUDI LURAH ANGKE KEC. TAMBORA JAKBAR
2. TARSO LURAH CENGKARENG BARAT KEC. CENGKARENG JAKBAR
3. AGUS MULYADI LURAH CENGKARENG TIMUR KEC. CENGKARENG JAKBAR
4. HASANUDIN LURAH DURI KEPA KEC. KEBON JERUK JAKBAR
5. HERMAN LURAH DURI KOSAMBI KEC. CENGKARENG JAKBAR
6. AGUS SAPUTRA LURAH DURI UTARA KEC. TAMBORA JAKBAR
7. AJI KUMALA LURAH GLODOK KEC. TAMAN SARI JAKBAR
8. ABDUL LATIF LURAH GROGOL KEC. GROGOL PETAMBURAN JAKBAR
9. SUHARDIN LURAH JATI PULO KEC. PALMERAH JAKBAR
10. MOCH KAPRAWI LURAH JELAMBAR BARU KEC. GROGOL PETAMBURAN JAKBAR
11. RANO RAHMAT EFENDI LURAH JELAMBAR KEC. GROGOL PETAMBURAN JAKBAR
12. AMPERIYANI LURAH JEMBATAN BESI KEC. TAMBORA JAKBAR
13. JOKO SUPARNO LURAH JOGLO KEC. KEMBANGAN JAKBAR
14. DODO SUPENDI LURAH KALIANYAR KEC. TAMBORA JAKBAR
15. JOKO MULYONO LURAH KAMAL KEC. KALIDERES JAKBAR
16. RISAN LURAH KAPUK KEC. CENGKARENG JAKBAR
17. SARWONO LURAH KEAGUNGAN KEC. TAMANSARI JAKBAR
18. NAMAN SETIAWAN LURAH KEBON JERUK KEC. KEBON JERUK JAKBAR
19. MOH HATTA LURAH KEDAUNG KALIANGKE KEC.CENGKARENG JAKBAR
20. NURAINI SILVIANA LURAH KEDOYA SELATAN JAKBAR
21. DWI ARYONO LURAH KEDOYA UTARA JAKBAR
22. MAHFUD LURAH KELAPA DUA KEC. KEBON JERUK JAKBAR
23. TRI PRASETYO UTOMO LURAH KEMANGGISAN KEC. PALMERAH JAKBAR
24. AHMAD FAQIH LURAH KEMBANGAN SELATAN JAKBAR
25. AGUS SATIAWAN LURAH KEMBANGAN UTARA JAKBAR
26. PRIMAHADI LURAH KOTA BAMBU SELATAN KEC. PALMERAH JAKBAR
27. KAMSO, SE LURAH KOTA BAMBU UTARA JAKBAR
28. BIR ALI LURAH KRENDANG KEC. TAMBORA JAKBAR
29. RUMIYATI LURAH MANGGA BESAR KEC. TAMANSARI JAKBAR
30. KELLI SUPRIYONO LURAH MAPHAR KEC. TAMAN SARI JAKBAR
31. SAUMUN LURAH MERUYA SELATAN KEC. KEMBANGAN JAKBAR
32. SAKBAN LURAH MERUYA UTARA KEC. KEMBANGAN JAKBAR
33. SYAMSUDIN NOOR LURAH PAL MERAH KEC. PAL MERAH JAKBAR.
34. ACHMAD SAJIDIN LURAH PEGADUNGAN KEC. KALIDERES JAKBAR
35. AGUS YUSUP LURAH PEKOJAN KEC. TAMBORA JAKBAR
36. FEBRIANDRI SUHARTO LURAH PINANGSIA KEC. TAMAN SARI JAKBAR
37. HASYIM LURAH RAWA BUAYA KEC. CENGKARENG JAKBAR
38. ABDUL KARIM LURAH SEMANAN KEC. KALIDERES JAKBAR
39. ASHAL PARLAUNGAN LURAH SLIPI KEC. PALMERAH JAKBAR.
40. ENDANG PRIHATIN H LURAH SRENGSENG KEC. KEMBANGAN JAKBAR
41. IBNU SOFA LURAH SUKABUMI SELATAN KEC. KEBON JERUK JAKBAR
42. DJAHARUDDIN LURAH TAMAN SARI KEC. TAMAN SARI JAKBAR
43. AGUS MUHARAM LURAH TAMBORA KEC. TAMBORA JAKBAR
44. DEVI RIANA SUMANTHI LURAH TANJUNG DUREN SELATAN JAKBAR
45. HANY WAHYUNI LURAH TANJUNG DUREN UTARA JAKBAR
46. ANIK SULASTRI LURAH TEGAL ALUR KEC. KALIDERES JAKBAR
47. LILIK ISTINAH LURAH TOMANG KEC. GROGOL PETAMBURAN JAKBAR
48. AMRIN LURAH WIJAYA KUSUMA KEC. GROGOL PETAMBURAN JAKBAR
49. JUMADI LURAH JEMBATAN LIMA JAKBAR
50. MAMAD LURAH KALIDERES JAKBAR
51. YENI ASNITA LURAH KRUKUT JAKBAR
52. HERU SUPRIYONO LURAH ROA MALAKA JAKBAR
53. MUHAMMAD ALI LURAH SUKABUMI UTARA JAKBAR
54. WAHYU DWI KESDIANTO LURAH TANAH SEREAL JAKBAR
55. MUHIDIN LURAH TANGKI JAKBAR
56. NOVI INDRIA SARI LURAH DURI SELATAN JAKBAR
57. ASEP MULYAMAN LURAH CEMPAKA BARU KEC.KEMAYORAN JAKPUS
58. SAMSUDIN LURAH CIDENG KEC. GAMBIR JAKPUS
59. SUPARDIONO LURAH GALUR KEC. JOHAR BARU JAKPUS
60. RAIMAH LURAH GELORA KEC. TANAH ABANG JAKPUS
61. NURHELMI SAVITRI LURAH GONDANGDIA KEC. MENTENG JAKPUS
62. DWI SIGIT HARIYONO LURAH GUNUNG SAHARI UTARA KEC. KEMAYORAN JAKPUS
63. SUDARMADI, SIP LURAH HARAPAN MULIA KEC. KEMAYORAN JAKPUS
64. RETNO DARU DEWI LURAH JOHAR BARU KEC. JOHAR BARU JAKPUS
65. M SAIDI LURAH KAMPUNG BALI KEC. TANAH ABANG JAKPUS
66. ANDRI FERDIAN LURAH KAMPUNG RAWA KEC. JOHAR BARU JAKPUS
67. SUPRAPTO LURAH KEBON KOSONG KEC. KEMAYORAN JAKPUS
68. WINETRIN LURAH KEBON MELATI KEC. TANAH ABANG JAKPUS
69. ANWAR MAOLANA LURAH KEBON SIRIH KEC.MENTENG JAKPUS
70. BANGUN LURAH KEMAYORAN KEC. KEMAYORAN JAKPUS
71. EDDY SYAMSUDIN LURAH KENARI KEC. SENEN JAKPUS
72. DEDI ARIF DARSONO LURAH KWITANG KEC. SENEN JAKPUS
73. RIYANTO LURAH PETOJO SELATAN KEC. GAMBIR JAKPUS
74. SRI PRIHATINI LURAH PETOJO UTARA KEC. GAMBIR JAKPUS
75. ISHRAN PRASETIAWAN LURAH RAWASARI KEC. CEMPAKA PUTIH JAKPUS
76. MUHAMMADONG LURAH SENEN KECAMATAN SENEN JAKPUS
77. WAHYU PRABOWO LURAH UTAN PANJANG KEC.KEMAYORAN JAKPUS
78. SUPRAYOGIE LURAH BENDUNGAN HILIR KEC. TANAH ABANG JAKPUS
79. PUTUT PUJI LINANGKUNG LURAH BUNGUR KEC. SENEN JAKPUS
80. RASUL LUBIS LURAH CEMPAKA PUTIH BARAT KEC. CEMPAKA PUTIH JAKPUS
81. ETY KUSMIYATI LURAH CEMPAKA PUTIH TIMUR KEC. CEMPAKA PUTIH JAKPUS
82. MARINI SRI INDASWARI LURAH CIKINI JAKPUS ( MENGANTIKAN PEJABAT LAMA BUP 1 AGUSTUS 2013 )
83. KARTIKOWIRAWAN LURAH GAMBIR KEC. GAMBIR JAKPUS
84. EDY SURYAMAN LURAH GUNUNG SAHARI SELATAN KEC. KEMAYORAN JAKPUS
85. AGUS YACHYA, S.SOS LURAH KARANG ANYAR KEC. SAWAH BESAR JAKPUS
86. SOEMARNO LURAH KARET TENGSIN KEC. TANAH ABANG JAKPUS
87. FETARIA LURAH KARTINI JAKPUS
88. ACHMAD FIRDAUS LURAH KEBON KACANG KEC. TANAH ABANG JAKPUS
89. EDDY SUPRIYANTO LURAH KEBON KELAPA KEC. GAMBIR JAKPUS
90. LEO TANTINO LURAH KRAMAT KEC. SENEN JAKPUS
91. ARIS SUSANTO LURAH MANGGA DUA SELATAN KEC. SAWAH BESAR JAKPUS
92. SULASTRI LURAH MENTENG KEC. MENTENG JAKPUS
93. RA TITIK SUGIHARTI LURAH PASAR BARU KEC. SAWAH BESAR JAKPUS
94. MOHAMAD KHOTIB LURAH PASEBAN KEC. SENEN JAKPUS
95. MUHAMAD IRFAN YUSUF LURAH PEGANGSAAN KEC. MENTENG JAKPUS
96. NUR KOMARIYAH LURAH PETAMBURAN KEC. TANAH ABANG JAKPUS
97. SRI MULYATNO LURAH SERDANG KEC. KEMAYORAN JAKPUS
98. POULINAWATI LURAH SUMUR BATU KEC. KEMAYORAN JAKPUS
99. MAIYANTI AZIZ LURAH TANAH TINGGI KEC. JOHAR BARU JAKPUS
100. FERRY ABDILLAH KADIR LURAH DURI PULO KEC. GAMBIR JAKPUS
101. DEDIH SUHADA LURAH BANGKA KEC. MAMPANG PRAPATAN JAKSEL
102. MUHAMAD ISA S LURAH BINTARO KEC. PESANGGRAHAN JAKSEL
103. MARDI YOUCE LURAH BUKIT DURI KEC. TEBET JAKSEL
104. AHMAD SODIKIN LURAH CIGANJUR KEC. JAGAKARSA JAKSEL
105. MUHAMMAD ICHWAN LURAH CIKOKO KEC. PANCORAN JAKSEL
106. MUNDARI LURAH CILANDAK BARAT KEC. CILANDAK JAKSEL
107. ENY PRIYATNI LURAH CILANDAK TIMUR KEC. PASAR MINGGU JAKSEL
108. MERINTA HENDRI P LURAH CIPETE SELATAN KEC. CILANDAK JAKSEL
109. BUDI SANTOSO LURAH CIPETE UTARA KEC. KEB. BARU JAKSEL
110. MURSALIN LURAH CIPULIR KEC. KEBAYORAN LAMA JAKSEL
111. M ZEN LURAH GANDARIA SELATAN KEC. CILANDAK JAKSEL
112. LUKMANSYAH D LURAH GANDARIA UTARA KEC. KEB. BARU JAKSEL
113. AGUNG WIBOWO LURAH GROGOL SELATAN KEC. KEB. LAMA JAKSEL
114. HIFZILLAH LURAH GUNTUR KEC. SETIABUDI JAKSEL
115. SAMSIDI LURAH GUNUNG KEC. KEBAYORAN BARU JAKSEL
116. KENDRAWATI LURAH JAGAKARSA KEC. JAGAKARSA JAKSEL
117. GIYANTO LURAH JATI PADANG KEC. PASAR MINGGU JAKSEL
118. RUKMINI LURAH KALIBATAKEC. PANCORAN JAKSEL
119. SAFITRI RIYANTO LURAH KARET KEC. SETIABUDI JAKSEL
120. MAULANI LURAH KARET KUNINGAN KEC. SETIA BUDI JAKSEL
121. ISTAMBUL AFRIKANA LURAH KARET SEMANGGI KEC. SETIABUDI JAKSEL
122. SUHANTO LURAH KEBAGUSAN KEC. PASAR MINGGU JAKSEL
123. ARIF ABIDIN MUCHLIS LURAH KEBAYORAN LAMA SELATAN KEC. KEBAYORAN LAMA JAKSEL
124. SARWANTO LURAH KEBAYORAN LAMA UTARA KEC. KEBOARAN LAMA JAKSEL
125. BAMBANG SUHADA LURAH KEBON BARU KEC. TEBET JAKSEL.
126. MOH. RIZKI ADHARI J LURAH KRAMAT PELA KEC.KEBAYORAN BARU JAKSEL
127. MARIANA LURAH KUNINGAN BARAT KEC. MAMPANG PRAPATAN JAKSEL
128. M FAJAR S LURAH KUNINGAN TIMUR KEC. SETIABUDI JAKSEL
129. SITI NURAENI LURAH LEBAK BULUS KEC. CILANDAK JAKSEL
130. SUSAN JASMINE ZULKIFLI LURAH LENTENG AGUNG KEC. JAGAKARSA JAKSEL
131. JAENUDIN LURAH MAMPANG PRAPATAN KEC. MAMPANG PRAPATAN JAKSEL
132. NUGRAHARYADI LURAH MANGGARAI KEC. TEBET JAKSEL
133. MACHDI, SE LURAH MANGGARAI SELATAN KEC. TEBET JAKSEL
134. ANJU STOVIA PALEMPUTRA LURAH MELAWAI KEC.KEBAYORAN BARU JAKSEL
135. EKO KARDIYANTO LURAH MENTENG ATAS KEC. SETIABUDI JAKSEL
136. AGUNG MAOLANA SALEH LURAH MENTENG DALAM KEC. TEBET JAKSEL
137. MAMAN SUMARMAN LURAH PANCORAN KEC. PANCORAN JAKSEL
138. JOKO PADMONO LURAH PASAR MANGGIS KEC. SETIABUDI JAKSEL
139. SATIA LURAH PASAR MINGGU KEC. PASAR MINGGU JAKSEL
140. EDI MARGONO LURAH PEJATEN BARAT KEC. PASAR MINGGU JAKSEL
141. GRACE TIARAMUDI R LURAH PEJATEN TIMUR KEC. PASAR MINGGU JAKSEL
142. ACHMAD BASYARUDDIN LURAH PELA MAMPANG KEC. MAMPANG PRAPATAN JAKSEL
143. SARYATI LURAH PESANGGRAHAN KEC. PESANGGRAHAN JAKSEL
144. KUSWARA E KUSDIANTO LURAH PETOGOGAN KEC. KEBAYORAN BARU JAKSEL
145. FACHRUDDIN LURAH PETUKANGAN SELATAN KEC. PESANGGRAHAN JAKSEL
146. SAFRI DJANI LURAH PETUKANGAN UTARA KEC. PESANGGRAHAN JAKSEL
147. SITI FAUZIAH G LURAH PONDOK LABU KEC. CILANDAK JAKSEL
148. IWAN KRISTIAN S LURAH PONDOK PINANG KEC. KEBAYORAN LAMA JAKSEL
149. DODI ARI WIBOWO LURAH PULO KEC. KEBAYORAN BARU JAKSEL
150. AHMAD FAUZI LURAH RAGUNAN KEC. PASAR MINGGU JAKSEL
151. NOOR MUCHYADI LURAH RAWA BARAT KEC. KEBAYORAN BARU JAKSEL
152. SELMAN ANDRIYANTO LURAH RAWAJATI KEC.PANCORAN JAKSEL
153. SRI EMI FARIZA KARTINI LURAH SELONG KEC. KEBAYORAN BARU JAKSEL
154. JUMROH LURAH SENAYAN KEC. KEBAYORAN BARU JAKSEL
155. ISWAHYUDI LURAH SETIA BUDI KEC. SETIA BUDI JAKSEL
156. TUBAGUS MASRURI LURAH SRENGSENG SAWAH KEC. JAGAKARSA JAKSEL
157. ARYAN SYAFARI LURAH TANJUNG BARAT KEC. JAGAKARSA JAKSEL
158. MARSITAH LURAH TEBET BARAT KEC. TEBET JAKSEL
159. YUNAENAH LURAH TEBET TIMUR KEC. TEBET JAKSEL
160. MUHAMAD DJUMENA LURAH TEGAL PARANG KEC. MAMPANG PRAPATAN JAKSEL
161. RATU DIAN CHERAWATI LURAH ULUJAMI KEC. PESANGGRAHAN JAKSEL
162. HANI PURWANTI LURAH GROGOL UTARA JAKSEL
163. SORI MATOGU LURAH DUREN TIGA KEC. PANCORAN JAKSEL
164. CHAIRUSSALAM LURAH CIPEDAK KEC. JAGAKARSA JAKARTA SELATAN (MASIH DALAM UJI KESEHATAN)
165. RACHMAD HAZAMI LURAH PENGADEGAN KEC. PANCORAN JAKSEL
166. AHMAD MAULANA LURAH BALEKAMBANG KEC. KRAMATJATI JAKTIM
167. AGUSTINAH LURAH BALIMESTER JAKTIM
168. HASBULLOH LURAH BAMBU APUS JAKTIM
169. SITI WARSILAH LURAH BARU KEC. PASAR REBO JAKTIM
170. BADRUDIN LURAH BATU AMPAR JAKTIM
171. NASRUDIN LURAH BIDARA CINA KEC. JATINEGARA JAKTIM
172. WAHYU PRIASTANTO LURAH CAKUNG BARAT KEC. CAKUNG JAKTIM
173. TRI ROHMIYATUN LURAH CAKUNG TIMUR JAKTIM
174. OMPU MOCHAMAD TAUFIK LURAH CAWANG JAKTIM
175. FANDA FADLY LUBIS LURAH CEGER KEC. CIPAYUNG JAKTIM
176. BUDY HARTATI LURAH CIBUBUR JAKTIM
177. EDDY LURAH CIJANTUNG KECAMATAN PASAR REBO JAKTIM
178. SAPTO TJAHJADHI LURAH CILANGKAP KEC. CIPAYUNG JAKTIM
179. WAWA KARTIWA LURAH CILILITAN KECAMATAN KRAMATJATI JAKTIM
180. SUDARNA LURAH CIPAYUNG JAKTIM
181. MINTARSIH LURAH CIPINANG JAKTIM
182. IBRAHIM LURAH CIPINANG BESAR SELATAN KEC.JATINEGARA JAKTIM
183. ALI MANSUR SIREGAR LURAH CIPINANG CEMPEDAK KEC.JATINEGARA JAKTIM
184. SYAIFUL HAYAT LURAH CIPINANG MELAYU KECAMATAN MAKASAR JAKTIM
185. ENDANG SOFYAN LURAH CIPINANG MUARA KEC.JATINEGARA JAKTIM
186. SRI SUNDARI LURAH CIPINANG BESAR UTARA JAKTIM
187. PARIDA LURAH CIRACAS JAKTIM
188. AGUS NOSORIPADA H LURAH DUKUH KEC. KRAMATJATI JAKTIM
189. SUPRIYANTO LURAH DUREN SAWIT KEC.DUREN SAWIT JAKTIM
190. FLORA MAGDALENA LURAH GEDONG KEC. PASAR REBO JAKTIM
191. YUS WIL RASID LURAH HALIM PERDANA KUSUMAH KEC.MAKASAR JAKTIM
192. DEWI PURNAMASARI LURAH JATI KEC. PULO GADUNG JAKTIM
193. ALI WAHYUDIN LURAH JATINEGARA KEC. CAKUNG JAKTIM
194. SUWINDARTO LURAH KALISARI KEC. PASAR REBO JAKTIM
195. BAMBANG PANGESTU LURAH KAMPUNG MELAYU KEC. JATINEGARA JAKTIM
196. ENDANG KARTIKA W LURAH KAYU MANIS KEC. MATRAMAN JAKTIM
197. ROSIDAH SRI BUNTARI LURAH KAYU PUTIH KEC. PULO GADUNG JAKTIM
198. ZAINUL ARIFIN LURAH KEBON MANGGIS KEC. MATRAMAN JAKTIM
199. SIGIT DARMANTO LURAH KEBON PALA JAKTIM
200. AMIN SYARIFUDDIN LURAH KELAPA DUA WETAN JAKTIM
201. R AGUS MULYADI LURAH KLENDER KECAMATAN DUREN SAWIT JAKTIM
202. CATUR PRYONO LURAH KRAMATJATI JAKTIM
203. FATHONI LURAH LUBANG BUAYA JAKTIM
204. SUMADI LURAH MAKASAR KEC. MAKASAR JAKTIM
205. LIDIANA ENDAH.VR.SE LURAH MALAKA JAYA JAKTIM
206. RIMA DAHLIA LURAH MALAKA SARI KEC. DUREN SAWIT JAKTIM
207. HENNY HERMAYANI LURAH MUNJUL KEC. MUNJUL JAKTIM
208. JAIMIN LURAH PALMERIAM JAKTIM
209. GUGUK TRIRAHAYU LURAH PEKAYON JAKTIM
210. A KHAMBALI KHOLID LURAH PENGGILINGAN JAKTIM
211. SUSI LURAH PINANG RANTI JAKTIM
212. SRI RATNAWATI LURAH PISANGAN BARU KEC. MATRAMAN JAKTIM
213. SAIFUL BHARI LURAH PISANGAN TIMUR KEC. PULO GADUNG JAKTIM
214. EKO GUMELAR S LURAH RAWAMANGUN KEC. PULO GADUNG JAKTIM (PEJABAT LAMA YANG BUP 1 AGUSTUS 2013)
215. BUDHY NOVIAN LURAH PONDOK BAMBU JAKTIM
216. RIAN SARSONO LURAH PONDOK KELAPA KEC.DUREN SAWIT JAKTIM
217. PANANGARAN RITONGA LURAH PONDOK KOPI KEC. DUREN SAWIT JAKTIM
218. MAHPUZ MZ LURAH PONDOK RANGGON KEC. CIPAYUNG JAKTIM
219. IMBANG SANTOSO LURAH PULO GADUNG JAKTIM
220. ENDRO MOEKTI WIBOWO LURAH PULO GEBANG KEC. CAKUNG JAKTIM
221. RUSLAN RAHIM LURAH RAMBUTAN KEC. CIRACAS JAKTIM
222. SUMARDIYONO LURAH RAWA BUNGA KEC. JATINEGARA JAKTIM
223. DIANA ANGGRAINI FATIMAH LURAH RAWA TERATE KEC. CAKUNG JAKTIM
224. KADARUSMAN SOETAMA LURAH SETU KEC. CIPAYUNG JAKTIM
225. AGUS HERYAWAN LURAH SUSUKAN KEC. CIRACAS JAKTIM
226. TARMIJI LURAH TENGAH KEC. KRAMATJATI JAKTIM
227. DADANG YUDI HARTONO LURAH UJUNG MENTENG KEC. CAKUNG JAKTIM
228. R YAKUB LURAH UTAN KAYU SELATAN KEC. MATRAMAN JAKTIM
229. HERU SURYONO LURAH UTAN KAYU UTARA JAKTIM
230. HENRICA KUSWANDARI LURAH JATINEGARA KAUM JAKTIM
231. ADE HIMAWAN LURAH ANCOL KEC. PADEMANGAN JAKUT
232. YODDI SANTOSA LURAH CILINCING JAKUT
233. SAHRONI LURAH KALIBARU KEC. CILINCING JAKUT
234. ROYTO HARAHAP LURAH KAMAL MUARA KEC. PENJARINGAN JAKUT
235. PURNOMO LURAH KAPUK MUARA KEC. PENJARINGAN JAKUT
236. MA'MUN LURAH KEBON BAWANG KEC. TANJUNG PRIOK JAKUT
237. SUGIHARJO TIMBO, SIP LURAH KELAPA GADING BARAT JAKUT
238. SRI SUHARTINI LURAH KELAPA GADING TIMUR KEC. KELAPA GADING JAKUT
239. SUHADI LURAH KOJA KEC.KOJA JAKUT
240. LILIES ASNAWATY LURAH LAGOA KEC. KOJA JAKUT
241. ALI MUDASIR LURAH MARUNDA KEC. CILINCING JAKUT
242. RONNY JARPIKO LURAH PADEMANGAN KEC. PADEMANGAN JAKUT
243. ARAHAP LURAH PAPANGGO KEC. TANJUNG PRIOK JAKUT
244. DIDIT MULYADI LURAH PEGANGSAAN DUA KEC. KELAPA GADING JAKUT
245. SURANTA LURAH PENJARINGAN KEC. PENJARINGAN JAKUT
246. TAHTA YUJANG LURAH PLUIT KEC. PENJARINGAN JAKUT
247. SUTARJO LURAH RAWA BADAK SELATAN KEC. KOJA JAKUT
248. MOCH. MUJAKIR LURAH RAWA BADAK UTARA KEC. KOJA JAKUT
249. M. IQBAL LURAH SEMPER BARAT KEC. CILINCING JAKUT
250. DARMAWAN LURAH SEMPER TIMUR KEC. CILINCING JAKUT
251. MUHAMMAD ANDRI LURAH SUKAPURA KEC. CILINCING JAKUT
252. SAMSU RIZAL K LURAH SUNGAI BAMBU KEC.TANJUNG PRIOK JAKUT
253. INDRIA HILMI LURAH SUNTER AGUNG KEC. TANJUNG PRIOK JAKUT
254. EEN HERMAWAN LURAH SUNTER JAYA KEC. TANJUNG PRIOK JAKUT
255. MOH MAIBU LURAH TUGU SELATAN KEC. KOJA JAKUT
256. MULYADI LURAH TUGU UTARA KEC. KOJA JAKUT
257. TULUS HARJO LURAH WARAKAS JAKUT
258. KELIK SUTANTO LURAH PADEMANGAN TIMUR KEC. PADEMANGAN JAKUT
259. ALAMSAH LURAH PEJAGALAN JAKUT
260. DWI KURNIASIH LURAH ROROTAN JAKUT
261. SUYONO LURAH TANJUNG PRIOK JAKUT
262. ISMAIL LURAH PULAU HARAPAN KEC. KEPULAUAN SERIBU UTARA
263. ASTAWAN LURAH PULAU KELAPA KEC. PULAU SERIBU UTARA
264. M ALI LURAH PULAU PANGGANG KEC. KEPULAUAN SERIBU UTARA
265. BUNYAMIN LURAH PULAU PARI KEC. KEPULAUAN SERIBU SELATAN
266. M HUSNUL FAUJI LURAH PULAU TIDUNG KEC. PULAU SERIBU SELATAN
267. ANGGA SAPUTRA LURAH UNTUNG JAWA KEP.SERIBU
Subscribe to:
Comments (Atom)