Monday, July 8, 2013

Sejak Tarif KRL Commuter Line Turun AC Jadi Kurang Adem

Jakarta - Sejak diterapkannya tarif progresif, penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) terus mengalami peningkatan. Namun penumpang mengeluhkan sistem pendingin udara di KRL dalam kereta yang tidak berfungsi dengan baik.

"Saya naik kereta dari Pasar Minggu, ke Bojong cuma bayar Rp 2.500 doang. Tapi sekarang kok AC-nya tidak kerasa yah ?," ujar Aminah (60) warga Bojong Gede di Stasiun Pasar Minggu, Jaksel, Senin (8/7/2013).

Menurut nenek dengan 3 cucu tersebut, ketidaknyamanan KRL kerap muncul pada jam sibuk, seperti pada pagi hingga sore hari. "Karena tiketnya sekarang murah, jadi orang pada naik kereta, anak sekolahan saja naik kereta, rame banget," tutur Aminah dengan logat Betawi yang kental.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Made (28). Karyawan swasta di bilangan Sudirman tersebut juga mengaku saat ini KRL commuter yang pada siang hari cenderung sepi, saat ini tampak ramai dan sumpek.

"Ditambah AC-nya tidak berasa dan lampunya mati. Tadi saya dari Stasiun Sudirman mau ke Pasar Minggu kegerahan di dalam," katanya sambil mengelap keringat yang mengucur.

Pantauan detikcom ketika menaiki KRL Commuter Line dari Stasiun Sudirman hingga ke Stasiun Pasar Minggu kereta terlihat penuh sesak. Dulu, ketika tiket kereta masih Rp 8 ribu, kebanyakan masyarakat yang menggunakan KRL AC adalah para karyawan dan mahasiswa.

Tetapi dari pengamatan siang ini, pada pukul 14.00 WIB saja, KRL AC jurusan Tanah Abang menuju Bogor sudah dipenuhi masyarakat dari semua kalangan. Beberapa penumpang membawa kardus dagangan berukuran besar dan beberapa belanjaan yang dulu kerap dilihat di KRL ekonomi.

"Senang sih, tiket makin murah, tapi kan sekarang kereta ekonomi katanya sudah tidak ada lagi, jadi kan masyarakat naik yang AC semua. Otomatis yang dulu naik ekonomi sekarang naik yang AC, di dalam kereta jadi makin penuh," bisik seorang mahasiswi bernama Fina (22) sambil mengipas-kipaskan tangannya karena gerah.

"Sebaiknya ada penambahan kereta lagi, kasihan ibu yang bawa bayi anaknya nangis terus," ujarnya.

No comments:

Post a Comment